Hizbullah Tegaskan Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak

M. Habib Saifullah | Minggu, 19/04/2026 12:37 WIB


Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengatakan bahwa gencatan senjata 10 hari yang sedang berlangsung dengan Israel tidak dapat bersifat sepihak Seorang pria memegang bendera Hizbullah, di Tyre, Lebanon (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengatakan bahwa gencatan senjata 10 hari yang sedang berlangsung dengan Israel tidak dapat bersifat sepihak, dan bersumpah bahwa para pejuangnya akan membalas serangan Israel terhadap Lebanon.

"Gencatan senjata berarti penghentian total semua permusuhan. Karena kami tidak mempercayai musuh ini, para pejuang perlawanan akan tetap berada di lapangan dengan tangan di pelatuk, dan mereka akan membalas pelanggaran sesuai dengan itu," kata Qassem dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di televisi, melansir Arabnews.

"Tidak ada gencatan senjata hanya dari pihak perlawanan, tetapi harus dari kedua belah pihak."

Ia juga memberikan reaksi pertamanya sejak gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam Kamis (21.00 GMT), dengan ketentuan yang dibagikan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Qassem menyebut gencatan tersebut sebagai penghinaan terhadap negara dan tanah air Lebanon dan mengatakan bahwa AS mendikte teksnya dan berbicara atas nama pemerintah Lebanon.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Gencatan senjata itu terjadi beberapa hari setelah duta besar Lebanon dan Israel untuk AS bertemu di Washington menjelang negosiasi langsung yang direncanakan antara kedua negara, yang pertama dalam beberapa dekade.

"Cukup sudah memperlakukan Lebanon dengan penghinaan ini dengan bernegosiasi langsung dengan musuh Israel dan mendengarkan perintahnya, serta dengan tontonan memalukan di Washington," kata Qassem.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Diketahui, Hizbullah yang didukung Teheran menyeret Lebanon ke dalam konflik Timur Tengah pada 2 Maret dengan menyerang Israel untuk membalas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, yang memicu gelombang serangan udara Israel dan invasi darat di selatan.

Qassem menyampaikan “rasa terima kasih” kepada Iran “atas dukungan dan bantuan mereka,” dengan mengatakan bahwa negara itu tetap menutup Selat Hormuz hingga gencatan senjata tercapai di Lebanon.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gencatan Senjata Lebanon Israel Pemimpin Hizbullah Naim Qassem