BKSAP DPR RI Desak PBB Usut Tuntas Serang ke UNIFIL

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 10/04/2026 22:55 WIB


Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat menegaskan, penyelidikan tersebut harus bebas dari pengaruh politik, termasuk tekanan dari negara mana pun Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat (Foto: dpr)

JAKARTA - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera melakukan investigasi independen dan objektif terkait serangan terhadap pasukan perdamaian di Lebanon yang tergabung dalam misi UNIFIL.

Ketua BKSAP DPR RI Syahrul Aidi Maazat menegaskan, penyelidikan tersebut harus bebas dari pengaruh politik, termasuk tekanan dari negara mana pun.

“PBB harus bersikap netral dan objektif dalam mengungkap peristiwa ini. Jangan sampai hasil investigasi dipengaruhi lobi-lobi politik tertentu,” ujar Syahrul dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/4).

Menurutnya, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta mencederai prinsip-prinsip kerja sama global yang selama ini dijunjung tinggi oleh komunitas internasional.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Legislator PKS itu juga menyampaikan kecaman keras atas insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

“Ini bukan hanya serangan terhadap personel, tetapi juga bentuk ketidakpatuhan terhadap hukum internasional dan penghormatan terhadap lembaga PBB,” tegasnya.

Syahrul menilai pihak yang bertanggung jawab harus diungkap secara terang dan tidak boleh ditutup-tutupi oleh kepentingan politik.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Ia bahkan menyebut BKSAP memandang Israel sebagai pihak yang patut diduga kuat berada di balik serangan tersebut, mengingat posisi pasukan perdamaian yang seharusnya tidak menjadi target.

“Pasukan UNIFIL berada dalam posisi netral. Sangat kecil kemungkinan mereka diserang oleh pihak yang berada dalam wilayah yang sama, sehingga perlu kejelasan dan keberanian dalam menyampaikan fakta,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar kasus ini dibawa ke mekanisme hukum internasional guna memastikan adanya akuntabilitas dan keadilan.

“Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk dan menunjukkan kelemahan dalam penegakan hukum internasional. Indonesia harus konsisten bersikap tegas,” katanya.

Diketahui, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL gugur akibat serangan yang terjadi pada 29 dan 30 Maret 2026. Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Ketua BKSAP Misi UNIFIL Syahrul Aidi Maazat Pasukan Perdamaian