Israel Ancam Targetkan Ambulans dalam Serangan di Lebanon

M.Habib Saifullah | Jum'at, 10/04/2026 16:17 WIB


Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee mengancam akan menyerang ambulans sebagai target operasinya di Lebanon. Seorang pria memegang bendera Hizbullah, di Tyre, Lebanon selatan (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee mengancam akan menyerang ambulans sebagai target operasinya di Lebanon. Israel menuduh Hizbullah menggunakan ambulans sebagai keperluan militer.

"Kami mengonfirmasi kembali bahwa dalam kerangka kegiatan terorismenya, Hizbullah menggunakan kendaraan ambulans secara luas untuk keperluan militer," tulis Adraee dalam postingan di X, dikutip di Jakarta, Jumat (10/4)

Adraee menyatakan bahwa Israel akan bertindak sesuai dengan hukum internasional terhadap setiap aktivitas militer yang dilakukan oleh Hizbullah, termasuk penggunaan fasilitas medis dan ambulans.

Meski begitu militer Israel belum memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaim ini.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

Diberitakan sebelumnya, Israel masih memborbardir Lebanon di tengah kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Sebuah pesawat tak berawak pengintai Israel melayang di atas ibu kota Lebanon hampir sepanjang malam dan pinggiran selatan Beirut telah kembali menjadi sasaran perintah evakuasi paksa oleh militer Israel.

Serangan kali ini, mencakup pinggiran kota Jnah, tempat ribuan orang yang mengungsi dari bagian lain ibu kota berlindung.

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions

Selain itu, tempat ini juga merupakan lokasi dua rumah sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyuarakan kekhawatiran tentang hal itu, dengan mengatakan bahwa rumah sakit-rumah sakit tersebut beroperasi dengan kapasitas penuh.

Mereka merawat 450 pasien yang tidak memiliki fasilitas medis alternatif untuk didatangi, dan itu karena rumah sakit di seluruh Lebanon masih kewalahan menangani sejumlah besar orang yang terluka dalam serangan Israel pada hari Rabu.

Lebih dari 1.000 orang terluka dan mereka masih berupaya menghitung dan mengidentifikasi korban tewas seiring berlanjutnya serangan ini.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Avichay Adraee Israel Lebanon Gencatan Senjata Militer Israel