Respons Geopolitik, Malaysia Kaji Penerapan WFH bagi Pegawai Pemerintah

M.Habib Saifullah | Sabtu, 14/03/2026 07:05 WIB


Malaysia mengkaji pemberlakuan bekerja dari rumah WFH bagi sektor publik atau pegawai pemerintah, sebagai langkah efisiensi. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: via Reuters)

JAKARTA - Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil mengatakan Pemerintah Malaysia sedang mengkaji pemberlakuan bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi sektor publik atau pegawai pemerintah, sebagai langkah efisiensi di tengah kondisi geopolitik global.

Fahmi dalam keterangan yang dikutip di Kuala Lumpur, Sabtu (14/3/2026), menyampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim telah meminta pihak terkait meninjau kebijakan tersebut.

"Perdana Menteri meminta proposal WFH ditinjau agar selaras dengan sektor publik," kata Fahmi yang juga merupakan juru bicara Pemerintah Malaysia.

Fahmi menyampaikan PM Anwar Ibrahim juga meminta seluruh kementerian dan lembaga pemerintah menyerap aspirasi dari pelaku industri dan mitra di sektor masing-masing terkait dampak konflik di Timur Tengah.

Baca juga :
Lima Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Diberitakan sebelumnya, Malaysia juga berupaya menerapkan kebijakan penghematan belanja negara untuk mengantisipasi dampak geopolitik bagi negaranya.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

Penghematan itu termasuk meniadakan gelar griya (open house) Idul Fitri oleh kementerian, lembaga pemerintah, dan Government-Linked Company (GLC), serta membatasi kunjungan luar negeri oleh anggota kabinet.

PM Malaysia Anwar Ibrahim dalam keterangan beberapa waktu lalu menyatakan Malaysia tidak terlepas dari dampak perkembangan geopolitik, seperti menghadapi risiko kenaikan biaya transportasi, tekanan terhadap harga barang, serta tantangan terhadap stabilitas ekonomi.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Meskipun demikian, kata Anwar, pemerintahannya akan tetap mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 95 di harga 1,99 ringgit (Rp8.584) per liter di tengah kenaikan harga minyak dunia.

PM Anwar Ibrahim menyatakan pemerintahannya akan terus memantau secara ketat perkembangan konflik global dan mengambil langkah tambahan guna memastikan stabilitas ekonomi negara tetap terjaga serta melindungi kesejahteraan rakyat. (ant)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
WFH Malaysia Anwar Ibrahim Kondisi Geopolitik