Rumania Izinkan AS Pakai Pangkalan Militernya untuk Operasi Timur Tengah

M.Habib Saifullah | Kamis, 12/03/2026 12:05 WIB


Rumania siap mengizinkan penempatan personel dan peralatan militer AS di pangkalan militer Deveselu. Israel dan AS melakukan serangan ke Teheran, Iran (Foto: AP)

JAKARTA - Rumania siap mengizinkan penempatan personel dan peralatan militer AS di pangkalan militer Deveselu, kata Presiden Rumania Nicusor Dan pada Rabu (11/3/2026).

Media Rumania melaporkan bahwa Amerika Serikat meminta izin untuk menggunakan infrastruktur sekutu guna mendukung operasinya di Timur Tengah.

Sebelumnya pada Rabu, Dewan Tertinggi Pertahanan Nasional Rumania menyetujui permintaan AS untuk penempatan sementara pasukan dan peralatan militer di wilayah Rumania.

"Permintaan AS terkait telah ditinjau dan disetujui oleh Dewan Pertahanan Tertinggi. Ini menyangkut pengisian bahan bakar pesawat, peralatan pengawasan, dan komunikasi satelit," kata Dan seperti dikutip oleh media Rumania, termasuk Digi24.

Baca juga :
Hari Kentang Sedunia 30 Mei: Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Peralatan tersebut diperlukan untuk mendukung operasi Washington di Timur Tengah, imbuh Presiden Rumania.

Baca juga :
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai 1 Miliar Dolar AS

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Baca juga :
Sambut HUT Jakarta ke-499, Masuk Ancol Gratis Sore-Malam Mulai 8 Juni 2026

Awalnya, AS dan Israel mengklaim serangan "pencegahan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi mereka segera memperjelas bahwa mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas pada hari pertama operasi militer. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung. Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi serangan AS-Israel, serta menyerukan de-eskalasi dan penghentian permusuhan sesegera mungkin.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pangkalan Militer Deveselu Amerika Serikat Rumania