Menag Gaungkan Green Jihad dan Wakaf Hijau untuk Aksi Iklim Global

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 04/03/2026 22:56 WIB


Menag memperkenalkan konsep `Green Jihad` sebagai upaya nyata umat Islam dalam menjaga kelestarian bumi sesuai mandat sebagai Khalifah fil Ardh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendorong `Green Jihad` dan Wakaf Hijau untuk aksi iklim global. Menurut Menag, instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat dan wakaf harus mulai diarahkan untuk mendukung aksi perubahan iklim dan transisi energi bersih.

Ia menilai krisis lingkungan hidup saat ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan krisis moral yang memerlukan pendekatan spiritual. Menag memperkenalkan konsep `Green Jihad` sebagai upaya nyata umat Islam dalam menjaga kelestarian bumi sesuai mandat sebagai Khalifah fil Ardh.

"Masalah perubahan iklim adalah masalah moral dan spiritual. Kementerian Agama berkomitmen untuk mengarusutamakan gerakan menyelamatkan lingkungan melalui edukasi di pesantren dan rumah ibadah. Kami juga mengkaji pemanfaatan dana sosial umat untuk membiayai proyek keberlanjutan, seperti energi bersih di tengah masyarakat,” kata Menag dalam keterangan resmi dikutip Rabu (4/3).

Hal tersebut disampaikan Menag dalam forum Ifthar Diplomatic Roundtable bertajuk "Strengthening Islamic Climate Action for a 1.5 World" yang digelar di Jakarta pada Selasa (3/3).

Baca juga :
7 Fakta Menarik Tentang Wortel yang Jarang Diketahui

Acara yang diinisiasi oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama Dino Patti Djalal ini juga dihadiri oleh perwakilan diplomatik negara sahabat, termasuk Duta Besar Turki dan delegasi Australia.

Baca juga :
Penumpang LRT Sumsel 1,08 Juta Orang Selama Triwulan I 2026

Dalam kesempatan tersebut, Dino Patti Djalal menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam menyuarakan isu iklim agar lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

Sementara itu, perwakilan Australia turut memaparkan program Australia Indonesia Partnership for Justice(AIPJ) yang berfokus pada keadilan iklim. Mereka menekankan pentingnya kerangka hukum yang kuat guna mendukung transisi energi yang inklusif di Indonesia.

Baca juga :
Angkut 467 Ribu Penumpang, Tiket Diskon Pelni Habis Terjual 105 Persen

Menutup pernyataannya, Menag berharap forum diplomasi ini dapat memperkuat posisi Indonesia menjelang COP 31.

"Indonesia ingin menjadi contoh di mana nilai-nilai agama menjadi solusi bagi krisis iklim global. Keheningan dan aksi nyata adalah bahasa universal untuk menyelamatkan bumi," pungkasnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Menteri Agama Nasaruddin Umar Green Jihad Wakaf Hijau Aksi Iklim Global