Legislator PKB Dorong Penguatan Standar MBG Selama Ramadhan

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 04/03/2026 21:29 WIB


Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, mengingatkan bahwa bulan suci Ramadhan bukan menjadi alasan menurunkan kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, mengingatkan bahwa bulan suci Ramadhan bukan menjadi alasan menurunkan kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG). Namun, standar pelaksanaan program MBG selama Ramadhan harus tetap dijaga agar kualitas asupan gizi para pelajar tetap terjaga.

Hal itu disampaikan menyusul adanya laporan dari sejumlah daerah terkait variasi dan komposisi menu MBG yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan standar gizi seimbang. Neng Eem menegaskan, Ramadhan semestinya menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak, termasuk bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.

“Jangan sampai program ini justru menimbulkan keluhan dan kekecewaan di masyarakat. Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan kualitas. Justru harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak,” kata Neng Eem dalam keterangan dikutip Rabu (4/3).

Sejumlah laporan muncul dari berbagai daerah, antara lain Kabupaten Kudus dan Lumajang. Di Kudus, orang tua siswa mengeluhkan paket MBG yang berisi kacang goreng, roti abon, susu kotak kecil, telur rebus, dan sebutir jeruk. Sementara di Lumajang, siswa dilaporkan menerima susu 125 ml, telur asin, dan jeruk yang masih mentah.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Menanggapi hal itu, Neng Eem menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan pedoman anggaran dan standar kalori nasional oleh seluruh pelaksana di lapangan, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Ia menilai pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan akan memperkuat kualitas program. “Jika ditemukan ketidaksesuaian, harus ada pembinaan hingga sanksi administratif bagi SPPG. Jangan sampai keluhan masyarakat dianggap angin lalu,” katanya.

Ia mengusulkan adanya standar khusus menu Ramadhan yang mengatur daya tahan makanan agar tetap layak dikonsumsi saat berbuka, komposisi gizi yang seimbang, hingga transparansi nilai paket di setiap daerah.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Menurutnya, anak-anak yang berpuasa tetap membutuhkan asupan bergizi untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi belajar. Karena itu, setiap rupiah anggaran negara harus benar-benar terwujud dalam bentuk nutrisi berkualitas di piring siswa.

Ia berharap penguatan standar dan koordinasi lintas pihak dapat memastikan program MBG berjalan optimal dan memberi manfaat maksimal bagi tumbuh kembang anak, khususnya selama Ramadhan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Neng Eem Penguatan Standar Program MBG Bulan Ramadhan