Januari 2026, Neraca Perdagangan Surplus 69 Bulan

Budi Wiryawan | Senin, 02/03/2026 13:35 WIB


Nilai surplus ini terjadi selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 Ilustrasi Rupiah. (Foto: Yahoo)

JAKARTA - Bulan Januari 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia sebesar USD0,95 miliar. Nilai surplus ini terjadi selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

"Surplus pada bulan Januari tahun 2026 ini ditopang oleh komoditi non migas sebesar USD3,22 miliar dengan komoditi penyumbang surplus non migas yaitu lemak dan minyak hewan nabati, kemudian bahan bakar mineral serta besi dan baja," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, Senin (2/3/2026).

Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar USD2,27 miliar dengan komoditas penyumbangnya adalah minyak mentah, hasil minyak dan gas.

Berdasarkan data BPS, tiga negara penyumbang surplus neraca dagang Indonesia adalah Amerika Serikat sebesar USD1,55 miliar, India sebesar USD1,07 miliar dan Filipina sebesar USD0,69 miliar.

Baca juga :
IMF dan Bank Dunia Peringatkan Dampak Krisis dari Selat Hormuz

Sedangkan negara penyumbang defisit adalah China USD2,47 miliar, Australia USD0,96 miliar dan Prancis USD0,47 miliar.

Baca juga :
Legislator PKB Usul Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis Diterapkan Bertahap

Untuk neraca perdagangan non migas adalah Amerika Serikat sebesar USD1,81 miluiar, India surplus USD1,10 miliar dan Filipina USD0,69 miliar. Sedangkan penyumbang defisit pada kelompok non migas adalah China, Australia dan Prancis.

 

Baca juga :
Registrasi SIM HP Pakai Biometrik Wajah Wajib Mulai 1 Juli 2026
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Neraca Perdagangan Januari 2026 Badan Pusat Statistik