Iran Bantah Isu Upaya Perebutan Kekuasaan Oleh Eks Presiden Rouhani

M. Habib Saifullah | Kamis, 26/02/2026 02:38 WIB


Otoritas Iran membantah narasi yang menyebutkan bahwa mantan Presiden Iran, Hassan Rouhani mencoba merebut kekuasaan di tengah puncak protes nasional pada bulan lalu. Eks Presiden Iran Hassan Rouhani berbicara pada KTT Kuala Lumpur (Foto: Reuters)

TEHERAN - Otoritas Iran membantah narasi yang menyebutkan bahwa mantan Presiden Iran, Hassan Rouhani mencoba merebut kekuasaan di tengah puncak protes nasional pada bulan lalu.

Merespons hal tersebut, Kantor Rouhani mengecam laporan yang menyatakan bahwa ia sedang memposisikan diri untuk menggantikan Khamenei dan menyebutnya sebagai "Kelanjutan dari operasi psikologi sumber-sumber Amerika dan Israel".

Mantan presiden itu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa laporan-laporan tersebut bertujuan untuk menciptakan "keraguan dan kekhawatiran di kalangan opini publik di Iran untuk menyelesaikan tekanan maksimum mereka (AS dam Israel) melalui sanksi ekonomi dan ancaman militer."

Selain itu, Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Paris pada hari Rabu mengatakan bahwa laporan yang diterbitkan media Prancis itu kemungkinan besar didasarkan pada informasi palsu dan laporan spekulatif yang diberikan kepada penulis.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

"Artikel ini adalah contoh nyata dari kampanye terorganisir untuk memproduksi dan menyebarkan informasi palsu dan rekayasa yang bertujuan merusak citra Iran. Artikel ini tidak memiliki nilai atau kredibilitas nyata," demikian pernyataan yang dirilis oleh media pemerintah.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Kedubes Iran juga menolak danya kaitan antara penangkapan para pemimpin reformis terkemuka awal bulan ini dengan dugaan skema perebutan kekuasaan yang dinetralisir.

Penangkapan tersebut "semata-mata terkait dengan pernyataan publik dan penerbitan deklarasi yang dibuat selama kerusuhan" pada bulan Januari, menurut kedutaan.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Sebagian dari para reformis tersebut telah dibebaskan setelah membayar uang jaminan yang cukup besar, tetapi beberapa lainnya tetap dipenjara karena mereka memiliki catatan hukuman penjara politik sebelumnya yang masih menggantung di kasus mereka di tangan otoritas kehakiman dan intelijen.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Demo Iran Hassan Rouhani Laporan Media Perancis