BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen, Ini Alasannya

Budi Wiryawan | Kamis, 19/02/2026 22:05 WIB


Perry menegaskan, BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh Gedung Bank Indonesia (Wikipedia)

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Februari 2026 yang digelar pada 18-19 Februari 2026 putuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate.

“Dengan melihat berbagai perkembangan dan prospek, rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI rate sebesar 4,75%," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Kamis (19/2/2026)

Sementara itu, suku bunga deposit facility sebesar 3,75% dan suku bunga lending facility sebesar 5,50%.

Langkah ini ditempuh guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026 serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Keputusan ditahannya suku bunga ini juga mempertimbangkan asesmen terkini terhadap prospek ekonomi global dan domestik, termasuk perkembangan sektor moneter, stabilitas sistem keuangan, dan sistem pembayaran.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Perry menegaskan, BI akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Ke depan, BI juga tetap mencermati ruang penurunan suku bunga lebih lanjut, sejalan dengan prakiraan inflasi 2026-2027 yang diperkirakan terkendali dalam sasaran 2,5% plus minus 1%.

Dari sisi kebijakan makroprudensial, BI tetap mengarahkan kebijakan agar bersifat pro-growth melalui peningkatan kredit atau pembiayaan ke sektor riil, terutama sektor-sektor prioritas pemerintah.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Selain itu, BI mendorong percepatan penurunan suku bunga kredit perbankan melalui implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan prudensial perbankan.

Sementara itu, kebijakan sistem pembayaran terus diperkuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, penguatan struktur industri sistem pembayaran, serta peningkatan keandalan dan ketahanan infrastruktur sistem pembayaran.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Bank Indonesia Suku Bunga Acuan Perry Warjiyo