Jadi Sorotan di Kasus Epstein, Ini Hal Unik dari Kiswah Ka`bah

M. Habib Saifullah | Sabtu, 14/02/2026 10:05 WIB


Kain penutup Ka’bah atau kiswah mendadak ikut menjadi perbincangan setelah namanya disebut dalam sejumlah dokumen Epstein File. Jamaah haji saat sedang tawaf di Kabah, kota Mekah, Arab Saudi. Foto: ArabNews

JAKARTA - Kain penutup Ka’bah atau kiswah mendadak ikut menjadi perbincangan setelah namanya disebut dalam sejumlah dokumen perkara internasional yang dikenal sebagai Epstein Files.

Benda yang selama ini identik dengan kesucian Masjidil Haram itu dikabarkan pernah berada dalam lingkungan koleksi pribadi kalangan elite global. Penyebutan tersebut langsung menarik perhatian, terutama dari masyarakat Muslim di berbagai negara.

Kiswah sendiri merupakan kain yang menutup seluruh bangunan Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. Ka’bah adalah kiblat umat Islam di seluruh dunia saat melaksanakan salat.

Kain berwarna hitam tersebut dihiasi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an yang disulam menggunakan benang emas dan perak. Bagi umat Islam, kiswah bukanlah objek ibadah, melainkan simbol penghormatan terhadap Baitullah sebagai pusat arah peribadatan.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Kiswah tidak dipasang selamanya. Pemerintah Arab Saudi menggantinya setiap tahun, biasanya pada 9 Dzulhijjah bertepatan dengan puncak ibadah haji.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Prosesi penggantian dilakukan secara khusus oleh petugas yang telah ditunjuk. Setelah dilepas, kiswah lama tidak dimusnahkan, melainkan dipotong menjadi beberapa bagian kecil.

Potongan tersebut kemudian disimpan negara atau diberikan secara resmi sebagai cenderamata kehormatan kepada tokoh tertentu, kepala negara, atau lembaga keagamaan.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Karena itulah sebagian museum Islam di berbagai negara memiliki fragmen kiswah yang dipajang sebagai artefak sejarah dan religius.

Kain tersebut dibuat di fasilitas khusus di Makkah menggunakan sutra alami berkualitas tinggi yang diwarnai hitam pekat. Proses pembuatannya tidak sederhana.

Kaligrafi ayat Al-Qur’an dijahit secara manual oleh pengrajin terlatih dengan benang emas dan perak. Pengerjaan satu set kiswah dapat berlangsung berbulan-bulan karena tingkat detail dan ketelitian yang sangat tinggi.

Kemunculan kiswah dalam kasus Epstein menjadi sensitif bukan semata karena nilai materialnya. Bagi umat Islam, kiswah memiliki kedekatan langsung dengan Ka’bah, tempat paling suci dalam ajaran Islam.

Karena itu, ketika artefak yang terkait dengan Baitullah disebut dalam konteks perkara kriminal global, perhatian publik pun meningkat.

Secara prinsip, keberadaan potongan kiswah di luar Arab Saudi memang dimungkinkan karena diberikan sebagai hadiah resmi atau disimpan sebagai koleksi museum.

Namun kepemilikan pribadi selalu menimbulkan diskusi etika dan sensitivitas keagamaan, sebab kain tersebut berkaitan langsung dengan simbol pemersatu umat Islam sedunia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kiswah Kabah File Epstein Jeffrey Epstein Apa Itu Kiswah