Seruan Boikot Piala Dunia di AS, Mantan Presiden FIFA Ikut Mendukung

Vaza Diva | Rabu, 28/01/2026 13:15 WIB


Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyatakan dukungannya terhadap ajakan untuk memboikot kehadiran langsung di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter (Foto: Los Angeles Times

JAKARTA - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyatakan dukungannya terhadap ajakan untuk memboikot kehadiran langsung di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat.

Ia menilai persoalan keamanan menjadi perhatian serius yang tidak bisa diabaikan oleh para penggemar sepak bola. Mengutip dari laporan The Guardian pada Selasa (27/1), Blatter berpandangan bahwa kekhawatiran terkait keselamatan penonton dapat menjadi alasan kuat bagi suporter untuk tidak datang langsung ke lokasi pertandingan.

Sikap tersebut sejalan dengan pandangan pengacara antikorupsi asal Swiss, Mark Pieth, yang pernah bekerja sama dengan FIFA dalam agenda reformasi saat Blatter masih memimpin organisasi tersebut.

Pieth sebelumnya secara terbuka menyerukan agar penggemar sepak bola menghindari perjalanan ke Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.

Baca juga :
JD Vance Mungkin Pimpin Lagi AS dalam Negosiasi Kedua dengan Iran

“Saya pikir Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter melalui media sosial.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Dukungan Blatter muncul di tengah meningkatnya sorotan soal keamanan, terutama setelah dilaporkan meninggalnya warga negara Amerika Serikat kedua, Alex Pretti, pada akhir pekan lalu.

Meski tidak dijelaskan kaitan langsung dengan Piala Dunia, insiden tersebut disebut ikut memperkuat kekhawatiran publik.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dan akan diselenggarakan secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam wawancara dengan surat kabar Swiss Tages-Anzeiger pekan lalu, Pieth menyoroti kondisi politik dan sosial di Amerika Serikat. Ia menilai situasi domestik yang ditandai dengan marjinalisasi lawan politik serta dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh otoritas imigrasi dapat menimbulkan rasa tidak aman bagi suporter asing.

“Untuk para penggemar, satu saran saja: hindari Amerika Serikat. Anda akan mendapatkan pemandangan yang lebih baik lewat televisi,” kata Pieth.

Pieth juga mengingatkan adanya potensi risiko bagi suporter yang bepergian ke AS, termasuk kemungkinan dipulangkan apabila dinilai melanggar aturan atau tidak mematuhi otoritas setempat.

Sepp Blatter sendiri mengundurkan diri dari jabatan Presiden FIFA pada 2015 setelah organisasi tersebut diterpa berbagai skandal. Posisinya kemudian diisi oleh Gianni Infantino, yang diketahui memiliki kedekatan dengan mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pada tahun lalu, Blatter bersama mantan Presiden UEFA, Michel Platini, secara resmi dibebaskan dari seluruh tuduhan hukum terkait pembayaran tertunda sebesar 2 juta franc Swiss yang dilakukan FIFA kepada Platini pada 2011 untuk jasa konsultasi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter ajakan memboikot Piala Dunia 2026 Amerika Serikat