Ragam Tradisi Bulan Syaban di Indonesia yang Lestari

M.Habib Saifullah | Senin, 26/01/2026 11:05 WIB


Berikut sejumlah tradisi Syaban yang masih hidup dan dijalankan oleh masyarakat Muslim di berbagai daerah di Tanah Air Ilustrasi - Tradisi bulan Syaban di Indonesia (Foto: Nu Online)

JAKARTA - Bulan Syaban menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di Indonesia. Bulan yang berada tepat sebelum Ramadan ini kerap diisi dengan berbagai tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Di bulan inilah masyarakat memanfaatkan untuk memperbanyak doa, mempererat silaturahmi, serta mengenang para leluhur. Nilai religius dan budaya berpadu dalam praktik yang masih dijaga hingga hari ini.

Berikut sejumlah tradisi Syaban yang masih hidup dan dijalankan oleh masyarakat Muslim di berbagai daerah di Tanah Air:

1. Tradisi Ruwahan

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions

Ruwahan merupakan tradisi yang umum dijumpai di Jawa dan beberapa wilayah lain di Indonesia. Tradisi ini biasanya diisi dengan doa bersama, tahlilan, dan sedekah makanan yang ditujukan untuk mendoakan arwah keluarga yang telah meninggal dunia. Ruwahan menjadi sarana pengingat akan kematian sekaligus memperkuat hubungan batin antara yang hidup dan yang telah wafat.

Baca juga :
Pelatih Arsenal Siap Cetak Sejarah Baru di Liga Champions

2. Megengan

Megengan adalah tradisi masyarakat Jawa yang dilakukan menjelang Ramadan, umumnya pada pertengahan atau akhir bulan Syaban. Dalam tradisi ini, masyarakat membagikan makanan, seperti apem atau nasi berkat, kepada tetangga dan kerabat. Megengan dimaknai sebagai simbol permohonan ampun dan persiapan batin menyambut bulan suci.

Baca juga :
Jelang Final Liga Champions, Dembele Sebut Dirinya 100 Persen Fit

3. Nisfu Syaban

Malam Nisfu Syaban menjadi salah satu momen yang paling dikenal dalam bulan ini. Banyak umat Islam di Indonesia mengisinya dengan ibadah seperti membaca Surah Yasin, doa bersama, dan salat sunnah. Tradisi ini mencerminkan harapan akan ampunan dan keberkahan menjelang Ramadan.

4. Ziarah Kubur

Ziarah kubur di bulan Syaban dilakukan oleh banyak masyarakat sebagai bentuk pengingat akan kehidupan akhirat. Tradisi ini biasanya dilaksanakan secara keluarga atau bersama-sama menjelang Ramadan. Selain mendoakan ahli kubur, ziarah juga menjadi momentum refleksi diri sebelum menjalani ibadah puasa.

5. Sedekah dan Berbagi Makanan

Bulan Syaban sering dimanfaatkan untuk memperbanyak sedekah. Di sejumlah daerah, masyarakat membagikan makanan kepada tetangga, anak yatim, dan kaum dhuafa. Tradisi ini bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus membersihkan harta sebelum Ramadan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Bulan Syaban Tradisi Syaban Tradisi Ruwahan