H+7, Penumpang Penyeberangan dari Bali ke Jawa 30 Ribu Lebih

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 02/01/2026 21:07 WIB


Lintasan Jawa–Sumatera mencatat total 654.493 penumpang atau naik 2,7 persen Pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: asdp/katakini

JAKARTA — Awal tahun 2026, Kamis (1/1/2026) atau H+7, arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, pergerakan penumpang dan kendaraan dari Bali menuju Jawa mulai ramai.

Pada H+7 Nataru, tercatat 30.600 penumpang dan 7.190 kendaraan menyeberang dari Bali ke Jawa melalui lintasan Gilimanuk-Ketapang.

Pada hari yang sama, arus balik dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu, Lampung menuju Merak, Banten, tercatat mencapai 33.767 penumpang dan 9.043 kendaraan.

“Kami memastikan kesiapan armada, optimalisasi pola operasi, serta penguatan layanan di lintasan utama, termasuk Ketapang–Gilimanuk dan Merak–Bakauheni, agar arus kendaraan tetap terkendali, khususnya pada puncak arus balik Natal dan Tahun Baru,” ujar Direktur Utama ASDP Heru Widodo melalui keterangannya, di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+7 Nataru, total penumpang dari Bali ke Jawa tercatat 427.910 orang atau turun 4,7 persen, dengan total kendaraan 121.364 unit atau naik 1,8 persen. Sementara itu, total penumpang dari Jawa ke Bali mencapai 413.839 orang atau turun 4,5 persen, dengan kendaraan 110.193 unit atau naik 0,9 persen.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Pada periode yang sama, lintasan Jawa–Sumatera mencatat total 654.493 penumpang atau naik 2,7 persen, dengan total kendaraan 144.756 unit. Adapun lintasan Sumatera–Jawa mencatat 582.382 penumpang dengan total kendaraan 146.110 unit, atau meningkat 3,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Beli Tiket Online

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan bahwa berdasarkan data kumulatif Posko Angkutan Nataru 2025/2026, tingkat pemanfaatan kuota lintasan Bali–Jawa dan Sumatera–Jawa masih berada di kisaran 21,80 persen. Kondisi ini menunjukkan kapasitas penyeberangan relatif longgar, sehingga arus balik dapat berlangsung lebih merata dan terkendali.

Sejalan dengan itu, ASDP mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik Natal dan Tahun Baru agar merencanakan perjalanan sejak dini melalui pemanfaatan sistem tiket online Ferizy.

"Saat ini tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan, dan tiket penyeberangan telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. Pengguna jasa diminta memastikan telah bertiket sebelum tiba di pelabuhan serta datang sesuai jadwal keberangkatan," ujarnya mengingatkan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Arus balik Nataru Heru Widodo Penyeberangan ASDP