Pendidikan Karakter Ponpes Didorong Masuk Kurikulum Nasional

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 16/10/2025 23:48 WIB


Kemendikdasmen didorong memasukkan pendidikan karakter ponpes ke kurikulum pendidikan nasional Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani saat jumpa pers di Jakarta (Foto: Parlementaria)

JAKARTA - Pendidikan karakter yang ada di Pondok Pesantren (ponpes) didorong agar diadopsi sekolah umum. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bahkan didorong memasukkan pendidikan karakter ponpes ke kurikulum pendidikan nasional. 

Dorongan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani dalam diskusi dialektika demokrasi bertajuk `Antara Tradisi dan Modernitas: Mampukah Pesantren Bertahan di Tengah Gempuran Globalisasi?`.

"Etika, adat moral, sopan santun, dan menghargai guru itu harus menjadi contoh dari pendidikan-pendidikan umum. Kami akan mendorong itu masuk ke kurikulum pendidikan nasional," kata Lalu hadir melalui virtual, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut dia, ponpes merupakan tempat di mana nilai-nilai ke-Indonesiaan, yakni gotong royong, hormat kepada guru, dan ketulusan hati terus tumbuh dan hidup. Lalu bahkan menyebut bila bangsa sekarang perlu kembali belajar adab dari pesantren melalui kiai.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Bagi Legislator dari Fraksi PKB ini, ponpes merupakan tempat sakral yang masih mengajarkan keikhlasan di tengah modernitas. Lalu bahkan menyatakan bila menjaga muruah pesantren bukan sekadar membela satu lembaga tetapi menyembuhkan luka moral bangsa dan negara.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Dalam upaya merawat kehormatan ponpes, Lalu menegaskan Komisi X DPR RI bakal mempertegas posisi pendidikan pesantren dalam Revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003. Perubahan payung hukum itu diperlukan agar negara betul-betul mengakui keberadaan hingga hak dari ponpes.

"Insyaallah kami akan memperjelas posisi pendidikan pesantren, agar apa agar betul-betul diakui oleh negara, hak-haknya disamakan dengan hak-hak dari pendidikan," kata dia.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

"Saya yakin dan percaya pondok pesantren yang hari ini terus tegak berdiri tetap berkomitmen untuk terus membimbing mendidik dan mempersiapkan generasi penerus bangsa," timpal dia.

Terakhir, Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Barat (NTB) ini berharap pemerintah benar-benar hadir untuk ponpes. Negara tidak boleh mengabaikan peran ponpes dalam melahirkan banyak pemimpin hingga para pemikir Tanah Air.

"Saya berharap pemerintah harus stabil dan negara harus hadir, bagaimanapun pondok pesantren banyak menciptakan pemimpin bangsa dan banyak menelurkan para pejuang para pemikir-pemikir Republik," tegasnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Lalu Hadrian Irfani Pendidikan Karakter Pondok Pesantren Kurikulum Nasional