Pengguna QRIS 56 Juta, Bukti Ekonomi Digital Kuat

Budi Wiryawan | Kamis, 16/10/2025 19:35 WIB


Pemerintah terus memperluas kerja sama LCT dengan sejumlah negara, termasuk Malaysia, Thailand, Jepang, Cina, Korea, dan Uni Emirat Arab Ilustrasi pembayaran QRIS (Foto: BCA)

JAKARTA - Pemerintah berkomitmen kuat untuk memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) lintas negara sebagai bagian dari kerja sama Local Currency Transaction (LCT).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penggunaan QRIS kini telah melampaui transaksi kartu kredit di dalam negeri.

"Diharapkan dengan LCT, transaksi menggunakan QRIS sudah bisa dilakukan di luar negeri. Penggunaan QRIS kini menyalip kartu kredit, dengan pengguna mencapai 56 juta,” ujar Airlangga dalam acara 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Airlangga menilai ekspansi QRIS ini menjadi bukti nyata transformasi ekonomi digital Indonesia yang semakin kuat.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Pemerintah terus memperluas kerja sama LCT dengan sejumlah negara, termasuk Malaysia, Thailand, Jepang, Cina, Korea, dan Uni Emirat Arab.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Menurut Airlangga, perluasan QRIS lintas negara memiliki manfaat ganda. Tidak hanya memudahkan wisatawan dan pelaku UMKM dalam bertransaksi, tetapi juga secara strategis memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah tanpa harus bergantung pada Dolar AS.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Airlangga Hartarto Pengguna QRIS Ekonomi Digital