Paramadina dan ILO Gelar Pelatihan Bisnis Bertanggung Jawab dan Pekerjaan Layak

Aliyudin | Jum'at, 03/10/2025 07:25 WIB


Bisnis yang bertanggung jawab bukan hanya soal etika, tapi juga tentang daya saing. Pelatihan Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab (Responsible Business Conduct/RBC) dan Pekerjaan Layak (Decent Work) di Kampus Universitas Paramadina Jakarta. Foto: paramadina/katakini

JAKARTA – Universitas Paramadina bersama International Labour Organization (ILO) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggelar Training of Trainers (ToT) tentang Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab (Responsible Business Conduct/RBC) dan Pekerjaan Layak (Decent Work) pada 2–3 Oktober 2025 di Kampus Paramadina, Trinity Tower Lantai 45, Jakarta.

Pelatihan ini menghadirkan dosen-dosen dari berbagai universitas di Indonesia untuk menjadi trainer yang nantinya akan menyebarkan pengetahuan seputar praktik bisnis beretika, khususnya bagi perusahaan dan pekerja di sektor elektronik serta rantai pasok global.

“Bisnis yang bertanggung jawab bukan hanya soal etika, tapi juga tentang daya saing. Perusahaan yang menjaga hak fundamental pekerja dan lingkungan akan lebih kuat menghadapi tantangan pasar global,” ujar Tauvik Muhamad, Koordinator Proyek ILO-RISSC melalui keterangannya, Jumat (3/10/2025).

Dr. Tatok D. Sudiarto, MIB, Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina menegaskan bahwa keterlibatan kampus dalam isu bisnis beretika sejalan dengan komitmen dunia pendidikan untuk membekali mahasiswa dan masyarakat dengan nilai keberlanjutan, etika, serta penghormatan pada hak asasi manusia.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

“Dengan adanya pelatihan ini, para akademisi diharapkan bisa menjadi penggerak perubahan agar semakin banyak perusahaan di Indonesia yang menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, adil, dan peduli pada pekerja,” kata Dr. Tatok.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Selama dua hari, para peserta mendapatkan pemahaman tentang standar ketenagakerjaan internasional, praktik terbaik perusahaan multinasional, hingga cara menerapkan panduan bisnis yang menghargai hak asasi manusia melalui konsep Human Rights Due Diligence.

Mereka juga dilibatkan dalam simulasi studi kasus dan kerja kelompok agar materi yang dipelajari dapat langsung diaplikasikan dalam konteks nyata. Sertifikasi kompetensi dari ILO akan diberikan bagi mereka yang lulus sampai di akhir pelatihan.

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions

Kegiatan ini melibatkan jejaring universitas dalam kerangka untuk bisnis yang bertanggung jawab yang dibangun oleh ILO bersama sejumlah universitas terlibat di Jakarta seperti Universitas Paramadina, Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atma Jaya, dan STHI Jentera. Kolaborasi ini memperkuat peran kampus dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih adil dan berkelanjutan di Indonesia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Paramadina Bisnis bertanggung jawab