Beragam Modus Koruptor dalam Pemerasan dan Suap di Indonesia

M. Habib Saifullah | Minggu, 24/08/2025 08:05 WIB


Kasus korupsi di Indonesia sering kali melibatkan pejabat publik yang menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri. Dua bentuk paling umum ialah pemerasan dan suap Ilustrasi tindak korupsi (Foto: Pexels/Tima Miroshnichenko)

JAKARTA - Kasus korupsi di Indonesia sering kali melibatkan pejabat publik yang menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri. Dua bentuk paling umum ialah pemerasan dan suap. Modus yang digunakan pun kian beragam, mulai dari cara konvensional hingga metode yang lebih rapi dan terselubung.

Dalam kasus pemerasan, pejabat biasanya menggunakan kekuasaan atau posisi strategis untuk menekan pihak lain. Beberapa modus yang sering terjadi seperti memaksa izin usaha.

Pejabat mengancam tidak akan mengeluarkan izin usaha kecuali diberikan sejumlah uang atau fasilitas.

Selain itu ada pula ancaman pemeriksaan, seperti aparat penegak hukum atau pejabat pengawas melakukan intimidasi agar pihak tertentu memberikan uang agar terhindar dari kasus hukum.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Serta penyalahgunaan kewenangan menggunakan jabatannya untuk memeras bawahan, kontraktor, atau pengusaha demi keuntungan pribadi.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Berbeda dengan pemerasan, suap biasanya dilakukan secara “saling menguntungkan” antara pemberi dan penerima. Modus yang sering muncul antara lain suap proyek, seperti pengusaha memberikan uang agar dipilih sebagai pemenang tender proyek pemerintah.

Ada pula suap jabatan yang diberikan agar seseorang bisa dipromosikan, mutasi, atau menduduki jabatan tertentu.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Namun kini, praktik pemerasan dan suap tidak selalu dalam bentuk uang tunai. Ada berbagai cara lain yang dipakai koruptor agar lebih sulit terdeteksi yaitu fasilitas mewah seperti pemberian tiket perjalanan, hotel berbintang, hingga wisata luar negeri. Pemberian barang mahal semisal jam tangan, perhiasan, kendaraan, atau rumah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kasus Korupsi Modus Pemerasan Suap