Politikus Golkar: Pendekatan Isu Pemblokiran Game Roblox Harus Proporsional

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 07/08/2025 19:25 WIB


Politikus Golkar ini menyebut, ada kekhawatiran dari masyarakat terhadap muatan kekerasan dalam gim tersebut. Pihaknya juga akan mencermati lebih lanjut laporan dan kajian dari Kementerian terkait, sebelum mengambil sikap atau mendorong langkah tertentu. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta agar pendekatan terhadap isu pemblokiran game Roblox dilakukan secara komprehensif dan proporsional.

Politikus Golkar ini menyebut, ada kekhawatiran dari masyarakat terhadap muatan kekerasan dalam gim tersebut. Pihaknya juga akan mencermati lebih lanjut laporan dan kajian dari Kementerian terkait, sebelum mengambil sikap atau mendorong langkah tertentu.

"Kami mendorong agar pengawasan konten digital dilakukan secara selektif dan berbasis data, bukan semata-mata melalui pemblokiran," kata Dave, saat dihubungi, Kamis (7/8).

"Perlu ada edukasi digital bagi orang tua dan anak, serta penguatan sistem klasifikasi konten yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi," imbuhnya.

Baca juga :
Lima Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Dave menjelaskan, apabila memang ditemukan pelanggaran serius terhadap norma atau regulasi yang berlaku, Komisi I DPR akan mendukung langkah-langkah korektif yang proporsional, termasuk kemungkinan pembatasan akses.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

"Namun yang lebih penting adalah membangun ekosistem digital yang sehat dan aman bagi generasi muda," tandasnya.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Dave Laksono Pemblokiran Game Roblox Ekosistem Digital