Kronologi dalam Kokpit Penerbangan Boeing Dreamliner Air India sebelum Terjatuh

Yati Maulana | Minggu, 13/07/2025 10:05 WIB


Kronologi dalam Kokpit Penerbangan Boeing Dreamliner Air India sebelum Terjatuh Tampilan menunjukkan bagian belakang pesawat Boeing 787 Dreamliner Air India setelah kecelakaannya, di Ahmedabad, India, 12 Juni 2025. Handout via REUTERS

AHMEDABAD - Sebuah laporan awal mengenai kecelakaan Air India yang menewaskan 260 orang bulan lalu menunjukkan sakelar pemutus bahan bakar mesin pesawat hampir secara bersamaan beralih dari mode operasi ke mode pemutus, membuat mesin kekurangan bahan bakar.

Berikut adalah urutan peristiwa - dalam hitungan detik - pada 12 Juni, sebagaimana dirinci oleh para penyelidik India dalam laporan awal mereka yang dirilis pada hari Sabtu:

05:47 GMT – Air India Dreamliner VT-ANB mendarat di Ahmedabad dari New Delhi dengan nomor penerbangan AI423.

07:48:38 GMT – Pesawat terlihat berangkat dari Bay 34 di bandara.

Baca juga :
Tak Ingin Kejar Rekor Pribadi, Teja Pilih Fokus Juara Musim Ini

07:55:15 GMT – Pesawat meminta izin taksi, yang diberikan oleh kontrol lalu lintas udara; semenit kemudian pesawat meluncur dari bay ke Landasan Pacu 23 melalui Taxiway R4, kembali ke landasan pacu dan bersiap untuk lepas landas.

Baca juga :
MUI Minta Wacana War Tiket Haji Dikaji Lebih Mendalam

08:02:03 GMT - Pesawat dipindahkan dari darat ke kontrol menara.

08:07:33 GMT – Izin lepas landas dikeluarkan.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

08:07:37 GMT - Pesawat mulai berputar.

08:08:39 GMT – Pesawat lepas landas. "Sensor udara/darat pesawat beralih ke mode udara, sesuai dengan lepas landas," demikian bunyi laporan tersebut.

08:08:42 GMT – Pesawat mencapai kecepatan udara maksimum 180 knot. "Segera setelah itu, sakelar pemutus bahan bakar Mesin 1 dan Mesin 2 beralih dari posisi RUN ke posisi CUTOFF satu per satu dengan selisih waktu 01 detik."

"Mesin N1 dan N2 mulai menurun dari nilai lepas landasnya karena pasokan bahan bakar ke mesin terputus.

"Dalam rekaman suara kokpit, salah satu pilot terdengar bertanya kepada pilot lainnya mengapa ia melakukan pemutusan.

"Pilot lainnya menjawab bahwa ia tidak melakukannya.

"Rekaman CCTV yang diperoleh dari bandara menunjukkan Ram Air Turbine (RAT) dikerahkan saat pendakian awal segera setelah lepas landas.

"Pesawat mulai kehilangan ketinggian sebelum melewati dinding perimeter bandara."

08:08:47 GMT – nilai kedua mesin "melewati kecepatan diam minimum", dan pompa hidrolik RAT mulai memasok daya hidrolik.

08:08:52 GMT – Sakelar pemutus bahan bakar mesin 1 dialihkan dari CUTOFF ke RUN.

08:08:56 GMT – Sakelar pemutus bahan bakar mesin 2 juga dialihkan dari CUTOFF ke RUN.

"Ketika sakelar kontrol bahan bakar dialihkan dari CUTOFF ke RUN saat pesawat sedang terbang, kontrol mesin ganda otoritas penuh (FADEC) masing-masing mesin secara otomatis mengelola urutan penyalaan ulang dan pemulihan daya dorong dari pengapian dan pemasukan bahan bakar."

"Deselerasi inti mesin 1 berhenti, berbalik arah, dan mulai pulih. Mesin 2 dapat menyala ulang tetapi tidak dapat menghentikan deselerasi kecepatan inti dan memasukkan kembali bahan bakar berulang kali untuk meningkatkan akselerasi dan pemulihan kecepatan inti."

08:09:05 GMT – Salah satu pilot mengirimkan sinyal "MAYDAY MAYDAY MAYDAY".

08:09:11 GMT – Perekaman data berhenti.

08:14:44 GMT – Mobil pemadam kebakaran meninggalkan area bandara untuk melakukan penyelamatan dan pemadaman kebakaran.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ahmedabad India Pesawat Jatuh Timpa Pemukiman