Israel akan Terbitkan 54.000 Surat Panggilan Wajib Militer bagi Mahasiswa ultra-Ortodoks

Yati Maulana | Rabu, 09/07/2025 11:05 WIB


Israel akan Terbitkan 54.000 Surat Panggilan Wajib Militer bagi Mahasiswa ultra-Ortodoks Seorang pria Yahudi ultra-Ortodoks saat demonstrasi setelah Mahkamah Agung memutuskan wajib militer, di pangkalan perekrutan Tel HaShomer, di Ramat Gan, Israel 5 Agustus 2024. REUTERS

TEL AVIV - Militer Israel mengatakan akan menerbitkan 54.000 surat panggilan wajib militer bagi mahasiswa seminari Yahudi ultra-Ortodoks menyusul putusan Mahkamah Agung yang mengamanatkan wajib militer mereka. Saat ini tekanan dari para cadangan meningkat karena kewalahan oleh penempatan yang diperpanjang.

Putusan Mahkamah Agung tahun lalu membatalkan pengecualian yang telah berlaku selama puluhan tahun bagi pelajar ultra-Ortodoks, sebuah kebijakan yang ditetapkan ketika komunitas tersebut terdiri dari segmen populasi yang jauh lebih kecil daripada 13% yang diwakilinya saat ini.

Dinas militer wajib bagi sebagian besar orang Yahudi Israel sejak usia 18 tahun, berlangsung selama 24-32 bulan, dengan tugas cadangan tambahan di tahun-tahun berikutnya. Anggota dari 21% populasi Arab Israel sebagian besar dikecualikan, meskipun beberapa memang bertugas.

Pernyataan oleh juru bicara militer mengonfirmasi perintah tersebut pada hari Minggu tepat ketika media lokal melaporkan upaya legislatif oleh dua partai ultra-Ortodoks dalam koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membuat kompromi. Masalah pengecualian tersebut semakin kontroversial karena angkatan bersenjata Israel dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan dari keterlibatan simultan dengan Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan Iran.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Para pemimpin ultra-Ortodoks dalam koalisi Netanyahu yang rapuh telah menyuarakan kekhawatiran bahwa mengintegrasikan para pelajar seminari ke dalam unit militer bersama dengan warga Israel sekuler, termasuk wanita, dapat membahayakan identitas agama mereka.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Pernyataan militer tersebut berjanji untuk memastikan kondisi yang menghormati cara hidup ultra-Ortodoks dan untuk mengembangkan program tambahan guna mendukung integrasi mereka ke dalam militer. Dikatakan bahwa pemberitahuan akan dikeluarkan bulan ini.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Israel Netanyahu Wajib Militer Ultra Ortodoks