Siapa Pelopor Selebrasi Gol di Sepak Bola?

Vaza Diva | Rabu, 25/06/2025 11:10 WIB


Selebrasi gol kini identik dengan emosi, karakter, dan bahkan identitas pemain Ilustrasi - pemain sepak bola yang melakukan selebrasi usai mencetak gol (Foto: REUTERS/Violeta Santos Moura)

Jakarta, Katakini.com - Selebrasi gol kini identik dengan emosi, karakter, dan bahkan identitas pemain. Namun, asal-usul perayaan gol ternyata bukan berasal dari sepak bola itu sendiri, melainkan dipengaruhi oleh tradisi dalam olahraga kriket yang lebih dulu mengekspresikan kemenangan lewat gestur.

Di awal-awal siaran sepak bola di televisi, gaya selebrasi cenderung sederhana—sekadar mengangkat tangan atau berjalan cepat menjauh dari gawang.

Lebih lanjut, seiring era media berkembang, para pemain mulai menampilkan gaya khas yang ikonik, seperti salto akrobatik, siulan, atau gaya berjalan perlahan yang mengundang sorakan penonton.

Momen revolusioner datang dari Roger Milla di Piala Dunia 1990. Ia menari di pojok lapangan setelah mencetak gol, aksi yang bukan hanya unik tapi juga memperkenalkan dunia pada ekspresi khas Afrika dalam sepak bola. Sejak saat itu, selebrasi menjadi lebih ekspresif dan personal.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Pemain legendaris seperti Pele dan Maradona memperkuat tren ini dengan cara mereka sendiri merayakan gol, yang kemudian menjadi bagian dari narasi kejayaan mereka.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Di era modern, selebrasi berubah menjadi pertunjukan yang penuh perhitungan, mulai dari lambaian jari khas Ronaldo gaya ‘sayap’ Careca, hingga pose-pose teatrikal ala Ibrahimović.

Ada pula selebrasi yang melibatkan kekompakan tim, dari gerakan tari hingga aksi akrobatik seperti backflip. Namun, kebebasan ini tidak berlangsung tanpa batas.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

FIFA mengatur agar selebrasi tetap berada dalam koridor sportivitas. Aturan seperti larangan melepas jersey saat merayakan gol diberlakukan sejak 2004, dengan sanksi berupa kartu kuning bagi pelanggar.

Di balik regulasi itu, kreativitas tetap tumbuh. Kini, selebrasi gol bukan hanya soal emosi sesaat, tapi juga sarana pencitraan diri dan alat promosi. Cristiano Ronaldo, misalnya, menjadikan teriakan "Siuuu" sebagai ciri khas yang diabadikan dalam berbagai bentuk produk. Bahkan beberapa pemain memilih mendaftarkan hak kekayaan intelektual atas gaya selebrasi mereka.

Pada akhirnya, selebrasi gol telah berkembang jauh dari sekadar pelampiasan kegembiraan. Ia berubah menjadi simbol budaya, sarana komunikasi, dan bagian penting dari identitas dalam dunia sepak bola modern.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Selebrasi Gol Sejarah Sepak Bola Fakta Unik