Wamendes: Indonesia Menempatkan Pembangunan Desa sebagai Pilar Utama Transformasi Nasional

Budi Wiryawan | Selasa, 20/05/2025 11:05 WIB


Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ariza Patria menegaskan bahwa transformasi kemajuan desa sangat krusial, karena menjadi indikator keberhasilan pembangunan pemerintah secara keseluruhan. Wamendes PDT Ariza Patria dalam acara Symposium on SDGs ASEAN-CHINA United Nations Development Programme (UNDP), yang digelar di Denpasar, Bali (Foto: Kemendes PDT)

DENPASAR - Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ariza Patria menegaskan bahwa transformasi kemajuan desa sangat krusial, karena menjadi indikator keberhasilan pembangunan pemerintah secara keseluruhan.

Hal itu lantaran sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di desa dan kemajuan warga desa berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

"Indonesia menempatkan pembangunan desa sebagai pilar utama transformasi nasional, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, dalam acara Symposium on SDGs ASEAN-CHINA United Nations Development Programme (UNDP), di Denpasar, Bali.

Lebih luas, Wamendes Ariza menjelaskan, isu tentang kemiskinan dan bencana alam merupakan tantangan global yang saling terkait dan saling menguatkan. Sebab kemiskinan membuat masyarakat lebih rentan terhadap dampak bencana alam, sementara bencana alam dapat memperburuk kemiskinan dengan merusak infrastruktur, sumber daya, dan mata pencaharian.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Selain itu, kata Wamendes Ariza, krisis lingkungan juga diperkirakan akan meningkatkan frekuensi dan intensitas bencana alam. Sehingga dapat memperburuk masyarakat miskin dalam siklus kemiskinan tersebut dengan berangsur-angsur.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

"Tema kali ini sangat relevan di tengah tantangan global yang makin kompleks, seperti kemiskinan, krisis lingkungan, bencana kemanusiaan, serta pergeseran energi dari fosil ke energi terbarukan," papar mantan Anggota DPR RI itu.

Wamendes Ariza juga menambahkan, pembangunan berkeadilan antara kota dan desa juga perlu ditegakkan secara beriringan, untuk mencapai pemerataan kesejahteraan, mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Oleh karena itu, pembangunan desa yang sama rata dapat memastikan bahwa semua wilayah, baik kota maupun desa, memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan kesempatan untuk berkembang secara mandiri bahkan mencegah urbanisasi dengan terciptanya iklim lapangan kerja baru bagi warga setempat.

"Selain itu, kita menyaksikan ketimpangan pembangunan, yang mendorong arus urbanisasi besar-besaran, dan di saat bersamaan, desa-desa kita justru menghadapi tekanan keterbelakangan dan marginalisasi," bebernya.

"Namun saya percaya, di balik tantangan besar, selalu tersedia peluang besar pula. Kesempatan untuk berinovasi, berkolaborasi lintas sektor dan lintas negara, dan menghadirkan pendekatan yang lebih adil dan berkelanjutan," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PPDT Samsul Widodo, dan Staff Khusus Menteri Muhammad Fahad At-Tamimi. Dan beberapa Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Desa dan PDT.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Wamendes PDT Ahmad Riza Patria Pembangunan Desa Transformasi Nasional