Alternatif Lahan Pesisir, Benih Padi Ini Tahan Terhadap Kadar Garam Tinggi

Eko Budhiarto | Sabtu, 26/04/2025 15:50 WIB


Alternatif Lahan Pesisir, Benih Padi Ini Tahan Terhadap Kadar Garam Tinggi Panen padi dengan benih Biosolin yang tahan terhadap kadar garam tinggi

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan panen perdana padi varietas Biosalin sebanyak 116,95 ton gabah kering panen (GKP) di lahan seluas 20 hektare di Semarang, Jawa Tengah.

Padi Biosalin, menurut Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman, merupakan varietas benih padi yang tahan terhadap kadar garam tinggi, menjadikannya solusi inovatif bagi lahan-lahan pesisir yang sebelumnya tidak produktif akibat intrusi air laut.

"Keberhasilan panen padi Biosalin ini menunjukkan bahwa upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga riset, dan dunia usaha mampu mewujudkan ketahanan pangan di wilayah yang menantang," ujar Fajriyah dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

Panen padi di wilayah pesisir utara Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu itu, menurut dia, menjadi penanda suksesnya implementasi program Riset Smart Farming Biosalin 1 dan 2 yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang, BRIN dan PGN pada Desember 2024.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Sebagian besar lahan seluas 20 hektare yang dipanen itu merupakan lahan tidur milik Kelompok Tani Sumber Rezeki yang sudah tidak lagi dimanfaatkan sejak kejadian gagal panen akibat salinitas atau tingkat keasinan dalam air yang tinggi pada 2021, sehingga Biosalin menjadi tanaman yang cocok untuk menghidupkan kembali lahan pesisir.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Panen kali ini menghasilkan produksi sebesar 116,95 ton GKP, dengan rata-rata produktivitas mencapai 5,85 ton per hektare.

Varietas padi Biosalin 1 memberikan hasil sebesar 6,03 ton per hektare, sementara Biosalin 2 mencatat produktivitas 5,67 ton per hektare.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Fajriyah mengatakan setelah sukses panen pada bulan ini, PGN juga akan melanjutkan budidaya padi Biosalin tahap dua dengan luas 20 hektare, dan nantinya program ini bisa dikembangkan menjadi 100 hektare.

Dalam pengembangan produksi padi Biosalin, lanjutnya, PGN memberikan bantuan berupa benih dan pupuk, yang dilanjutkan pendampingan pascapanen dan pengolahan pemrosesan benih yang berlangsung sampai Desember 2025.

Budi daya padi Biosalin diharapkan berhasil tumbuh dan bisa panen dengan kualitas yang baik sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan diharapkan dapat menjadi lapangan kerja bagi para buruh tani.

"Panen padi Biosalin ini bukan hanya soal hasil pertanian, tapi tentang membangun kembali semangat masyarakat pesisir yang sempat kehilangan mata pencahariannya," kata Fajriyah.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Biosalin lahan pesisir kadar garam tinggi