Rudal yang Tewaskan Delapan Orang di Kyiv Dituding dari Korea Utara

| Jum'at, 25/04/2025 12:05 WIB


Rudal yang Tewaskan Delapan Orang di Kyiv Dituding dari Korea Utara Seorang penyelamat dengan anjing penolong mencari penduduk, di Kyiv, Ukraina 24 April 2025. REUTERS

KYIV - Senjata yang menewaskan sedikitnya delapan orang dalam serangan udara besar Rusia di Kyiv semalam adalah rudal balistik KN-23 (KN-23A) Korea Utara, sumber militer Ukraina mengatakan kepada Reuters pada hari Kamis.

Rudal itu menghantam sebuah bangunan tempat tinggal di distrik Sviatoshynskyi di sebelah barat pusat kota Kyiv, kata sumber itu.

Sekitar 10 orang masih hilang pada pagi hari, dengan beberapa orang mungkin terkubur di bawah puing-puing, kata pejabat di lokasi tersebut.

Rusia belum mengomentari secara langsung serangan tersebut, dengan Kremlin hanya mengatakan bahwa serangan tersebut telah mengenai target "militer dan yang berdekatan dengan militer". Rusia dan Korea Utara telah membantah transfer senjata yang akan melanggar embargo PBB.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

Kerja sama militer Rusia dengan Korea Utara tumbuh pesat karena Moskow menjadi terisolasi secara internasional setelah menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Ukraina mengatakan Korea Utara telah memasok Rusia dengan sejumlah besar peluru artileri serta sistem roket, ribuan tentara dan rudal balistik, yang mulai digunakan Moskow untuk menyerang Ukraina pada akhir tahun 2023.

Pada awal tahun 2025, Pyongyang telah memasok Rusia dengan 148 rudal balistik KN-23 dan KN-24, kata badan mata-mata militer Ukraina.

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions

Rudal KN-23 (KN-23A) dipersenjatai dengan hulu ledak hingga satu ton, yang lebih kuat daripada rudal Rusia yang setara, kata sumber Ukraina.

Militer Ukraina belum secara terbuka mengatakan rudal apa itu. Dalam pernyataannya setelah serangan Rusia, Kyiv mengatakan tujuh rudal balistik digunakan secara total, mengidentifikasinya secara luas sebagai Iskander-M/KN-23.

Keterlibatan Korea Utara di Ukraina telah membuat khawatir tidak hanya ibu kota Eropa tetapi juga Korea Selatan dan sekutunya di Asia, yang khawatir bahwa pelajaran yang dipelajari dari perang dapat menimpa mereka suatu hari nanti.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Presiden Ukraina Tuduh Korut Bantu Pasukan Rusia