Meski Neraca Perdagangan Kuat, Tarif Impor AS Harus Diwaspadai

Budi Wiryawan | Rabu, 09/04/2025 17:05 WIB


AS menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia setelah China, hingga tarif impor Trump sebesar 32% menjadi sumber risiko bagi RI Menteri Keuangan Sri Mulyani (Istimewa)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan neraca perdagangan Indonesia masih kuat, namun kenaikan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump harus diwaspadai dan diantisipasi.

Sri Mulyani menyampaikan AS menjadi negara tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia setelah China, hingga tarif impor Trump sebesar 32% menjadi sumber risiko bagi RI.

"Neraca ekspor Indonesia terhadap AS masih surplus 13,2% atau sebesar US$ 26,3 miliar pada 2024 dari sebelum tahun sebelumnya US$ 23,3 miliar," kata Sri Mulyani.

Jumlah tersebut termasuk paling besar dari 10 negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.

Baca juga :
Ini 7 Fakta Menarik Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Bisa Dimakan?

Total nilai ekspor Indonesia ke-10 negara itu mencapai US$ 254,7 miliar pada 2024, meningkat 2,3% dari tahun sebelumnya.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Menurutnya, pemerintah sudah menyiapkan langkah mitigasi dengan cara negosiasi untuk penurunan tarif impor AS terutama melalui deregulasi, dan mengoptimalkan potensi trade diversion.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sri Mulyani Tarif Impor Neraca Perdagangan