F-PKB MPR: Semua Agama Mengajarkan Kebaikan dan Kedamaian

Agus Mughni Muttaqin | Jum'at, 21/03/2025 15:50 WIB


Refleksi Menyambut Nyepi, menurut Neng Eem menyadarkan bangsa Indonesia bahwa tidak ada yang bertentangan antara satu agama dengan agama yang lain. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F PKB) MPR, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz pada Diskusi Publik Refleksi Menyambut Nyepi, di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V Komplek MPR DPR RI, Kamis (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F PKB) MPR, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz hadir mewakili Pimpinan MPR Rusdi Kirana pada Diskusi Publik Refleksi Menyambut Nyepi, di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V Komplek MPR DPR RI, Kamis (20/3/2025). 

Diskusi dengan tema Merawat Keberagaman Mewujudkan Kesejahteraan dan Menyambut Kebangkitan Indonesia Emas 2045 terselenggara berkat kerjasama MPR RI dengan Berani (Badan Persaudaraan Antariman), salah satu sayap PKB

Dalam sambutannya Neng Eem antara lain menyampaikan permohonan maaf dari Wakil Ketua MPR Rusdi Kirana yang urung hadir, karena ada acara lain yang tidak bisa ditinggalkan. Neng Eem mengatakan, sebagai orang luar,  dirinya menyangka bahwa Hari Raya Nyepi tidak boleh dirayakan. Sebagaimana  umat Hindu melakukan puasa selama 24 jam, tidak menyalakan listrik dan api  saat Hari Raya Nyepi.

“Hanya hari Nyepi yang tidak pernah kami rayakan, karena anggapan yang keliru. Tetapi setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, kami baru tahu bahwa Hari Raya Nyepi juga bisa dirayakan, pelaksanaannya dilakukan sebelum atau setelah hari Nyepi nya sendiri. Semoga ke depan acara ini bisa terus kita selenggaran, sebagaimana hari raya agama yang  lain,” kata Neng Eem.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Refleksi Menyambut Nyepi, menurut Neng Eem menyadarkan bangsa Indonesia bahwa tidak ada yang bertentangan antara satu agama dengan agama yang lain. Karena semua agama  mengajarkan kebaikan dan kedamaian. Jika ajaran agama, itu bisa konsisten dilakukan maka Indonesia akan muncul sebagai negara maju dan damai.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

“Semua kita bisa bersalah, semua kita bisa berbuat dosa. Seperti agama lainnya, maka Hari Raya Nyepi juga mengajarkan kepada kita untuk melakukan koreksi atas apa yang sudah dilakukan, untuk kemudian melakukan perbaikan,” kata Neng Eem lagi.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kata Neng Eem perbaikan juga senantiasa dibutuhkan. Karena dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, masih kerap ditemukan kesalahan.    

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

“Sebagai bangsa dan bangsa kita perlu selalu berbenah, melakukan perbaikan dari sebelumnya. Kalau perbaikin itu bisa senantiasa kita laksanakan, niscaya kita percaya bahwa pada saat Indonesia emas tahun 2045, kita mampu bersaing  dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” pungkasnya.

Ikut hadir pada acara tersebut Anggota MPR RI FPKB Daniel Johan,  Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Mayjen TNI (purn) Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Umum Prajaniti Hindu Indonesia KS. Arsana, serta Ketua Berani Pdt. Dr. Lorens Manuputty.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
MPR RI PKB Neng Eem Agama Kebaikan dan Kedamaian Nyepi