Freeport Minta Relaksasi Ekspor, DPR Tegaskan Pentingnya Hilirisasi

Aliyudin | Jum'at, 21/02/2025 16:18 WIB


Kebakaran smelter Gresik milik PT Freeport Indonesia membuat negara kekurangan pemasukkan hingga Rp65 triliun.  Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo. Foto: dpr

GRESIK - PT Freeport Indonesia meminta untuk relaksasi ekspor konsentrat tembaga, menyusul terjadinya kebakaran di smelter Gresik, Jawa Timur, pada Oktober 2024 yang lalu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo menilai pihaknya dapat memahami kejadian tersebut.

Meskipun demikian, ia menekankan agar PT Freeport Indonesia untuk tetap mendukung program pemerintah dalam hal hilirisasi.

Sehingga, ia meminta agar pemberian izin ekspor harus terlebih dahulu memperhatikan kebutuhan dalam negeri.

Baca juga :
Hari Kentang Sedunia 30 Mei: Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Ia sendiri tidak menolak ihwal PT Freeport untuk diberikan relaksasi ekspor oleh Pemerintah.

Baca juga :
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai 1 Miliar Dolar AS

"Kan kita mau hilirisasi, kalau hilirisasi kan kebutuhan di dalamnya harus jelas dulu. Gak apa kalau mau ekspor asal kebutuhan di dalam negerinya tercukupi. Kalau itu misalnya tercukupi kita oke saja untuk ekspor," ujarnya usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Smelter PT Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/02/2025).

Lebih lanjut, Legislator Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan diskusi internal dahului di Komisi VI mengenai permintaan relaksasi eskpor ini. Komisi VI juga, kata dia, siap memediasi Pemerintah dengan PT Freeport Indonesia untuk membahasnya bersama.

Baca juga :
Sambut HUT Jakarta ke-499, Masuk Ancol Gratis Sore-Malam Mulai 8 Juni 2026

"Kita akan sikapi dan temukan dengan Pemerintah bagaimana (solusinya). Ini kan atasannya (adalah kementerian) BUMN, kita undang juga Pak Erick Thohir. Apa benar kalau ekspor itu akan menguntungkan," katanya seperti diberitakan dpr.go.id, Jumat (21/2/2025).

Untuk diketahui, kebakaran smelter Gresik milik PT Freeport Indonesia membuat negara kekurangan pemasukkan hingga Rp65 triliun. Selain itu, insiden kebakaran tahun lalu juga membutuhkan biaya perbaikan hingga 100 juta US Dollar.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Smelter Freeport Hilirisasi DPR