Asal Usul Predikat `Gus` untuk Anak Kyai

M. Habib Saifullah | Selasa, 04/02/2025 12:45 WIB


Sebutan Gus sudah tidak asing lagi berseliweran di telinga masyarakat Indonesia. Penyematan Gus sering kali dipredikatkan pada seorang anak laki-laki seorang ulama atau kyai Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Katakini.com - Sebutan Gus sudah tidak asing lagi berseliweran di telinga masyarakat Indonesia. Penyematan Gus sering kali dipredikatkan pada seorang anak laki-laki seorang ulama atau kyai, khususnya dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Namun, jika diteropong dari sudut pandang etimologis, Gus pada dasarnya berasal dari bahasa Jawa yang bermula dari singakatan `Bagus` atau yang berarti baik atau tampan.

Tapi berdasarkan dari berbagai sumber, asal-usul panggilan Gus ini berasal dari tradisi keraton terutama pada masa Kesultanan Mataram Islam. Dalam buku Baoesastra Djawa yang ditulis Poerwadarminta.

Sapaan Gus digunakan sebagai bentuk penghormaatan bagi putra raja uang masih kecil di lingkungan kraton, dengan panggilan Raden Bagus yang disingkat Den Bagus.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Sampai pada momen, panggilan Gus mulai meluas di kalangan NU. Melansir dari Nu Online, gelar Gus disematkan oleh masyarakat kepada anak kiai sejak dia baru lahir. Seiring berjalannya waktu, putra kiai disapa Gus tidak terbatas oleh umur.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Sementara itu, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia VI Kemdikbud, mendefinisikan istilah Gus merupakan nama julukan atau nama panggilan untuk anak laki-laki. Istilah Gus juga dimaknai sebagai nama panggilan untuk putra ulama, kiai, atau orang yang dihormati.

Tapi perlu dicatat, seseorang yang menyandang panggilan Gus buka hanya didasarkan pada garis nasab. Panggilan Gus harus bersanad yang berarti memiliki kapasitas keilmuan Islam yang mumpuni dan bernasab artinya harus memiliki garis keturunan dari tokoh agama Islam.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Meski begitu, saat ini, gelar Gus sudah melebur dan menjadi lebih umum dan tidak sedemikian ketatnya seperti masa lalu. Panggilan Gus saat ini juga bisa dimaknai sebagai kakak dan terkadang anak kiai juga tidak disebut Gus.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gus Islam Anak Kyai Nahdlatul Ulama