Serangan Siber Bandara dan Kemenlu Italia Diklaim oleh Peretas pro-Rusia

| Senin, 30/12/2024 12:05 WIB


Serangan Siber Bandara dan Kemenlu Italia Diklaim oleh Peretas pro-Rusia Ilustrasi peretasan oleh seorang pria yang dibuat pada 13 Mei 2017. Foto: Reuters

MILAN - Peretas menargetkan sekitar sepuluh situs web resmi di Italia pada hari Sabtu, termasuk situs web Kementerian Luar Negeri dan dua bandara Milan. Hal itu membuat situs-situs tersebut tidak dapat diakses untuk sementara waktu, kata badan keamanan siber negara tersebut.

Kelompok peretas pro-Rusia Noname057(16) mengklaim serangan siber terhadap Telegram, dengan mengatakan bahwa "orang-orang Russophobes di Italia mendapatkan respons siber yang pantas".

Seorang juru bicara badan keamanan siber Italia mengatakan masuk akal bahwa apa yang disebut serangan "Distributed Denial of Service" (DDoS) dapat dikaitkan dengan kelompok pro-Rusia.

Dalam serangan semacam itu, peretas mencoba membanjiri jaringan dengan volume lalu lintas data yang luar biasa tinggi untuk melumpuhkannya.

Baca juga :
Hari Berbagi Nasional Diperingati Setiap 15 Juli, Ini Sejarahnya

Juru bicara tersebut mengatakan badan tersebut memberikan bantuan cepat kepada lembaga dan perusahaan yang menjadi sasaran dan dampak serangan tersebut "diringankan" dalam waktu kurang dari dua jam.

Baca juga :
Profil Menteri PU Dody Hanggodo, Insinyur Perminyakan ITB yang Kini Disorot

Serangan siber tersebut tidak menyebabkan gangguan apa pun pada penerbangan di bandara Linate dan Malpensa di Milan, kata juru bicara SEA, perusahaan yang mengelola bandara tersebut.

Meskipun situs web tidak dapat diakses, aplikasi seluler bandara terus berfungsi, tambah juru bicara SEA.

Baca juga :
Tata Cara Beli Emas Menurut Syariat Islam
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Serangan Siber Bandara Kemenlu Italia Peretas proRusia