Komisi I Dorong Perbanyak Kajian Ilmiah Internasional tentang Papua dari Sisi Keindonesiaan

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 14/06/2024 13:19 WIB


Negara-negara lain kerap memandang Papua yang tidak sesuai dengan konteks keindonesiaan. Ketua Panitia Kerja RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari. Foto: dpr.go.id

JAKARTA – Komisi I DPR RI mendorong agar Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) aktif meningkatkan kajian ilmiah mengenai Papua dari sisi keindonesiaan.

Hal itu diperlukan, negara-negara lain kerap memandang Papua yang tidak sesuai dengan konteks keindonesiaan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari dalam Rapat Kerja Komisi I dengan Lemhannas dan Wantannas, di Ruang Rapat Komisi I, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2024).

“Sehingga, perlu memperbanyak artikel atau jurnal ilmiah bertaraf internasional yang membahas mengenai Papua dari sisi keindonesian tersebut. Untuk itu, Lemhanas maupun Wantanas dapat memfasilitasi mahasiswa mahasiswa untuk melakukan kajian Papua,” kata Kharis seperti dilansir dpr.go.id, Jumat (14/6/2024).

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Kharis mengatakan, dalam artikel-artikel jurnal internasional kajian mengenai Papua masih sangat sedikit. Apalagi yang masuk scopus.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

“Harus ada terobosan agar misalnya anak-anak atau mahasiswa yang kuliah dibiaya LPDP di bidang Ilmu Politik aktif menulis tentang itu (Papua). (Agar) menjadi mata dunia akan ada referensi yang ilmiah, akademis, itu bisa diambil sebagai rujukan dalam memandang Papua,” ujar Kharis .

Dengan adanya masifikasi penelitian yang melibatkan mahasiswa yang dibiayai LPDP ini, Politisi Fraksi PKS tersebut berharap posisi Indonesia di mata dunia internasional terkait Papua tidak melulu menjadi minor.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

“Kalau misalnya hasil riset itu kita banjiri dengan penelitian-penelitian yang memang keindonesiaannya bagus, mungkin akan akan ada pandangan ada pergeseran pandangan tentang ketika dunia melihat Papua,” tutupnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Papua Kajian Ilmiah Komisi I DPR