BKSAP Ingatkan AIPA Soal Pembentukan Badan Ad Hoc untuk Selesaikan Krisis Myanmar

Aliyudin Sofyan | Rabu, 22/05/2024 13:19 WIB


Resolusi untuk membentuk badan ad hoc tersebut menjadi salah satu kesepakatan dalam pertemuan dalam sidang Komite Politik AIPA ke-44 di Jakarta, selasa 8 Agustus 2023 silam Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon (kanan), saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal AIPA Siti Rozaimeriyanty Dato Haji Abdul Rahman di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/5/2024). Foto: dpr

NUSA DUA – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengingatkan agar ASEAN Inter-Parliamentary (AIPA) segera membentuk badan ad hoc untuk penyelesaian krisis di Myanmar.

Hal tersesbut disampaikan Fadli Zon dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal AIPA Siti Rozaimeriyanty Dato Haji Abdul Rahman di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/5/2024).

"Salah satu resolusi AIPA adalah membentuk badan ad hoc untuk krisis di Myanmar. Saya akan mengingatkan kembali. Saya akan menulis surat kepada AIPA untuk merealisasikan badan ad hoc itu. Ini penting untuk menunjukan ASEAN berkontribusi dalam proses perdamaian di Myanmar," jelas Fadli Zon seperti dilansir dpr.go.id, Rabu (22/5/2024).

Adapun resolusi untuk membentuk badan ad hoc tersebut menjadi salah satu kesepakatan dalam pertemuan dalam sidang Komite Politik AIPA ke-44 di Jakarta, selasa 8 Agustus 2023 silam. Badan ad hoc tersebut perlu dibentuk dalam upaya membantu Myanmar mencapai solusi damai dan berkelanjutan.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Sebagai informasi, hingga saat ini, pertempuran terjadi berlarut-larut di Myanmar yang menyebabkan terjadinya eksodus pengungsi dalam waktu singkat dengan jumlah besar. Di sisi lain, konflik internal antara militer dan aliansi tentara etnis minoritas di Myanmar mengakibatkan terjadinya kekosongan kekuasaan sehingga melahirkan situasi yang tidak aman sekaligus penuh ketidakpastian.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Lahirnya konflik ini disebabkan oleh tindakan keras dari junta militer Myanmar karena adanya perbedaan pendapat usai kudeta tahun 2021 lalu. Tidak tinggal diam, AIPA menyusun resolusi untuk menangani krisis di Myanmar.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
BKSAP AIPA Krisis Myanmar DPR