Fadel Muhammad: Pemda Harus Terapkan Collaborative Governance

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 15/05/2024 22:52 WIB


Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menegaskan, di masa depan kemajuan Indonesia akan ditentukan oleh daerah. Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menjadi narasumber kuliah umum kepada Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII/2024 di gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024). (Foto: MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad menegaskan, di masa depan kemajuan Indonesia akan ditentukan oleh daerah. Jika daerahnya maju, maka bangsa Indonesia juga akan mengalami kemajuan. 

Sayangnya, potensi kemajuan daerah, itu masih dihadapkan pada beberapa persoalan pelik. Antara lain, banyaknya aktor politik yang turut memainkan kekuasaan di daerah, sementara kemampuan sumberdaya mereka belum cukup mumpuni.

“Banyak di antara mereka yang kaget dan demam panggung, memegang kekuasaan di daerah. Akibatnya, malah melakukan tindak pidana korupsi. Dan itu sudah terbukti dari banyaknya kepala daerah yang berurusan dengan Komisi Pemberatntasan Korupsi (KPK),” kata Fadel Muhammad.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber kuliah umum kepada Peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVII/2024. Kuliah umum itu dilaksanakan di gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024).

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Sejaun ini, menurut Fadel Muhammad persoalan pelik yang mengganjal potensi kemajuan daerah, itu belum benar-benar bisa diatasi. Terbukti, baik dana APBD maupun Transfer pusat ke daerah yang nilainya sangat besar, belum mampu mencapai hasil yang diharapkan.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Di mana-mana masih ditemukan angka kemiskinan dan jumlah pengangguran yang sangat tinggi. Dan itu menunjukkan ada yang salah, yang selama ini dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Pengamatan saya mengatakan, manajemen Pemerintahan daerah sudah ketinggalan zaman, harusnya mereka mengikuti perkembangan yang ada. Kita membutuhkan collaborative governance, dan itu belum dimiliki oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

Dalam sistem collaborative governance, menurut Fadel pemda harus memiliki pola pikir bahwa APBD merupakan modal, yang berfungsi untuk menumbuhkan ekonomi, khususnya ekonomi kerakyatan. Jangan sampai seperti pada kasus Maluku Utara maupun Sulawesi Tengah.

Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 27 %, sedangkan di Sulawesi Tengah pertumbuhan ekonominya sebesar 20% tetapi jumlah orang miskin dan penganggurannya masih tinggi.

“Inilah bukti pertumbuhan ekonomi yang tidak bagus. Seharusnya, pemda memakai anggaran yang ada untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Misalnya sektor perikanan dan pertanian,” kata Fadel.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
MPR Fadel Muhammad Pemda Collaborative Governance Lemhanas