
Ilustrasi
JAKARTA - Tanaman hijau dan pohon rindang, percaya atau tidak makhluk-makhluk ciptaan Allah inilah yang kini berperan sebagai benteng pertahanan alami bumi dari ganasnya emisi gas rumah kaca. Tak disangka, ternyata pohon-poho di muka bumi tiap waktunya berjuang menyerap gas karbon, yang terlepas di atmosfer melalui proses fotosintesis. Pohon adalah senjata penyerap karbon tercanggih dan termutakhir yang ada di muka bumi.Tercatat, sebanyak 213 juta ton gas karbon telah diserap oleh pohon-pohon yang berada di Inggris Raya.
Ternyata, cukup dengan mulai menjaga dan menanam pohon saja, kita bisa ikut berperan dalam mencapai impian Net Zero
Emission. Akan tetapi, memang kenyataannya untuk bisa merealisasikan Net Zero Emission, banyak sekali jumlah pohon yang harus ditanam. Mari kita lihat kota Jakarta sebagai contoh.
Emisi karbon dioksida di Jakarta kini telah mencapai 206 juta ton per tahun, yang sebagian besarnya disebabkan oleh emisi kendaraan transportasi.Hal ini berarti setidaknya harus ada 5,5 juta pohon yang ditanam di ruang terbuka dalam Kota Jakarta.
Itu adalah angka yang fantastis, dan itu hanya jumlah pohon yang dibutuhkan di satu kota di Indonesia, bagaimana dengan kota-kota lainnya, Bogor, Bekasi, Surabaya, Yogyakarta, dan lain-lainnya? Bagaimana mungkin orang biasa seperti kita bisa menanam pohon dengan jumlah sebanyak itu?
Tak perlu khawatir, apakah anda masih ingat sosok youtuber MrBeast yang disebutkan di awal esai ini? seorang Youtuber yang berhasil menggalang dana untuk menanam 20 juta pohon, hampir 4 kali lipat lebih banyak dari jumlah pohon yang dibutuhkan
oleh Kota Jakarta saat ini. Poin penting yang sangat menarik untuk digaris bawahi, adalah sosok di balik kanal Youtube ini, Jimmy, adalah seorang pemuda berusia 25 tahun.
Dia bukanlah seorang pengusaha besar yang terhormat, bukan pula pemegang martabat tinggi di jabatan politik, ataupun akademisi berpendidikan tinggi. Melainkan ia hanya seorang
pemuda biasa, seperti saya dan anda, yang senang menikmati konten hiburan di platform media sosial dan berkreasi di dalamnya.
Akan tetapi, kenyataannya pemuda biasa itu justru menjadi pemercik perubahan yang luar biasa. Karena itulah hakikat sebenarnya dari peran seorang pemuda terutama seorang mahasiswa dalam masyarakat, agent of change atau agen perubahan. Ya, memang kita sebagai pemuda tidak bisa menanam 20 juta pohon sendirian, namun kita bisa menjadi penggerak, kita bisa menjadi agregator, saya dan anda bisa menjadi pemercik pergerakan penanaman pohon berskala besar yang dapat memberikan efek yang luar biasa dalam pencapaian Net Zero Emission.
Tanpa kita sadari,kita, para pemuda adalah pemegang kunci masa depan dunia. Net Zero Emission memang perkara besar, namun segala hal besar dimulai dari hal kecil, ingatlah bahwa gunung-gunung yang besar pada mulanya hanyalah bongkahan
kerikil. Sudah saatnya kita memulai, sudah saatnya kita melangkah, dimulai dari langkah kecil di lingkungan sekitar kita. Menanam tanaman dan pohon di lingkungan sekitar kita tanpa disadari akan memberikan dampak yang besar dalam pencapaian Net Zero Emission.
Kemudian, kita sebagai pemuda bahkan memiliki potensi yang lebih besar lagi. Gunakan platform-platform media sosial dan internet untuk menebarkan influence kita di masyarakat dan mengajak lebih banyak lagi lini masyarakat untuk turut berkontribusi dalam mimpi mencapai Net Zero Emission. Kita bisa mengajak masyarakat untuk turut menanam pohon di pekarangan rumah mereka atau di taman-taman sudut perumahan-perumahan mereka.
Percaya atau tidak, kita pemuda sebagai penggerak dan masyarakat semuanya baik di Indonesia maupun dunia, bersama-sama dapat merealisasikan mimpi besar kita. Percayalah, bersama-sama kita bisa mencapai Global Net Zero Emission, dengah menanam pohon demi pohon.
(Penulis: Laksana Aura Ibrahim, Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer/FILKOM Universitas Brawijaya Malang)
Selasa, 14/04/2026
Jum'at, 10/04/2026