Petani Masih Keluhkan Distribusi Pupuk Subsidi

Budi Wiryawan | Rabu, 01/05/2024 03:05 WIB


Suhardi juga menyoroti masalah akses petani terhadap pupuk subsidi yang terhambat oleh birokrasi dan penggunaan teknologi Harga pupuk nonsubsidi relatif mahal dibandingkan beberapa waktu sebelumnya (foto: borneo24.com)

JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka, menilai manajemen distribusi pupuk subsidi masih ada kendala sehingga masih banyak dikeluhkan kekurangan atau kelangkaan pupuk di petani.

Menurut dia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah mengungkapkan bahwa jumlah pupuk subsidi pada tahun ini meningkat signifikan lebih dari 100 persen menjadi 9,5 juta ton dari tahun sebelumnya.

Suhardi juga menyoroti masalah akses petani terhadap pupuk subsidi yang terhambat oleh birokrasi dan penggunaan teknologi.

"Kami memahami bahwa Kartu Tani memiliki tujuan baik untuk memastikan distribusi pupuk lebih tertarget dan terorganisir. Namun, implementasinya seringkali tidak praktis di semua wilayah, terutama di daerah yang petaninya belum familiar dengan teknologi seperti penggunaan PIN," jelas Suhardi dalam keterangan resminya dikutip Selasa (30/4).

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Menurut Suhardi, permasalahan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua petani bisa mengakses pupuk yang seharusnya mereka terima.

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions

"Masalahnya adalah, meskipun pupuk tersedia, petani tidak bisa mengambilnya karena terkendala proses birokrasi dan teknologi yang belum sesuai dengan kondisi di beberapa daerah," jelasnya.

Sebagai solusi, Suhardi menyarankan untuk melibatkan lebih banyak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam distribusi pupuk.

Baca juga :
Pelatih Arsenal Siap Cetak Sejarah Baru di Liga Champions

"BUMDes bisa menjadi agen pupuk di desa, dan kepala desa yang mengetahui kondisi warganya bisa lebih efektif dalam mengidentifikasi siapa yang berhak menerima pupuk subsidi," saran dia.

Suhardi menambahkan bahwa masalah ini harus segera dicari solusinya oleh mitra kerja di Kementerian Pertanian dan BUMN untuk memastikan bahwa pupuk bersubsidi benar-benar bisa diakses oleh petani yang membutuhkannya.

"Kami di Komisi IV terus mendorong agar distribusi pupuk lebih mudah dan dapat diakses oleh semua petani yang membutuhkan," tegasnya.

Dengan peningkatan kuantitas pupuk subsidi yang signifikan, diharapkan pemerintah dapat mengoptimalkan distribusi sehingga tidak ada gap antara ketersediaan dan aksesibilitas di lapangan bagi para petani di seluruh Indonesia.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin juga sampaikan bahwa Pupuk yang awalnya hanya 30 persen sekarang mencapai 9,5 juta Ton.

“Jadi hampir semua ter-cover, 2023 memang ini hanya 30 persen lebih yang dapat jatah pupuk bersubsidi,” tandasnya.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pupuk Subsidi Kementan Suhardi Duka