Mendikbudristek: Jurnalisme Harus Berkompetisi dengan Teknologi Artificial Intelligence

| Rabu, 07/02/2024 11:15 WIB

Mendikbudristek: Jurnalisme Harus Berkompetisi dengan Teknologi Artificial Intelligence Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam pembukaan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Angkatan Satu Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, pada Selasa (6/2), di Aula PWI Jawa Barat, Kota Bandung. (Foto: Kemdikbudristek)

BANDUNG – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, era teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membuat seluruh bidang harus mampu menyesuaikan diri, termasuk di bidang jurnalisme.

Hal tersebut disampaikan Mendikbudristek dalam pembukaan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Angkatan Satu Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, pada Selasa (6/2), di Aula PWI Jawa Barat, Kota Bandung.

Dalam sambutannya, Menteri Nadiem mengapresiasi terselenggaranya kembali program SJI. Menurutnya, SJI merupakan sebuah program yang sangat relevan guna memperkuat kualitas jurnalisme di Indonesia, sesuai dengan perkembangan zaman.

“Di era modern seperti saat ini, teknologi telah merubah segala aspek dalam sektor jurnalisme dan harus berkompetisi dengan teknologi artificial intelligence (AI). Program SJI sangat diperlukan untuk menguatkan integritas dan pemikiran kritis di kalangan wartawan, serta mengembangkan kemampuan menulis yang baik guna memperkuat kualitas jurnalisme Indonesia,” terang Mendikbudristek.

Baca juga :
Bank Dunia Sebut Kemiskinan di Myanmar Semakin Parah, Pertumbuhan Ekonomi Stagnan

Lebih lanjut, Mendikbudristek menekankan bahwa program SJI sejalan dengan visi gerakan Merdeka Belajar. “Di era seperti ini, informasi sudah sangat berlimpah. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan berpikir kritis dan tingkat literasi yang tinggi untuk bisa menganalisis dan menginterpretasi informasi dengan matang, lalu menyajikan berita yang sesuai dengan informasi yang ada. Itulah kekuatan jurnalisme yang sejalan dengan dengan visi peningkatan kemampuan literasi dalam gerakan Merdeka Belajar,” ujarnya.

Baca juga :
Serangan Rusia Sebabkan Penduduk Kyiv Kehilangan Aliran Listrik dan Air

Pada kesempatan yang sama, Mendikbudristek menggarisbawahi pentingnya menguatkan integritas para wartawan muda. Hal tersebut berkenaan dengan peran dan tanggung jawab wartawan sebagai pendidik bagi masyarakat.

“Rekan-rekan wartawan, khususnya para wartawan muda, perlu menyadari bahwa perannya bukan hanya mempublikasikan berita. Misi yang ingin dicapai adalah mendidik masyarakat. Wartawan punya peran yang sama pentingnya dengan guru, yakni menjadi pendidik,” kata Nadiem.

Baca juga :
Laba-laba Joro asal Asia yang Menakutkan Menyerbu Taman di Amerika

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, turut menyambut baik penyelenggaraan SJI. Menurutnya, kurikulum yang diajarkan dapat melahirkan jurnalis-jurnalis yang berintegritas dan multitasking.

“Multitasking sangatlah diperlukan oleh wartawan masa kini. Di zaman sekarang, wartawan tidak hanya dituntut bisa menulis, tetap juga menguasai foto dan video. Tentunya kami berharap program SJI akan melahirkan penulis-penulis berkualitas, serta fotografer dan videografer yang andal,” ujar Pj Gubernur Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengungkapkan bahwa SJI tahun 2024 merupakan lanjutan dari program yang sebelumnya telah diselenggarakan pada tahun 2016. Ia menambahkan bahwa program SJI tahun 2024 merupakan program peningkatan kompetensi dan wawasan bagi wartawan yang kurikulumnya senantiasa disesuaikan dengan perkembangan dan perubahan zaman.

Acara pembukaan SJI Angkatan Satu Tahun 2024 juga diisi dengan penandatanganan surat kesepakatan antara PWI dengan lima kampus di Bandung yang meliputi Universitas Pasundan, Universitas Islam Bandung, Universitas Widyatama, Universitas Padjadjaran, dan UIN Sunan Gunung Jati Bandung untuk pelaksanaan program Praktisi Mengajar Kampus Merdeka.

“Sekarang para wartawan dari PWI dapat mengajar di kampus dengan dukungan pembiayaan dari Kemendikbudristek. Melalui kerja sama ini, saya optimistis Indonesia akan memiliki generasi wartawan muda yang kompeten dan berintegritas tinggi,” kata Mendikbudristek.

KEYWORD :
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim Jurnalisme SJI Artificial Intelligence AI