Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Sentuh Lima Persen

Budi Wiryawan | Selasa, 06/02/2024 22:05 WIB


Salah satunya lantaran mayoritas investor akan wait and see menunggu Pemilihan Umum (Pemilu) yang memang akan dilakukan pada 2024 Ilustrasi ekspor dan impor. (Foto: PressTV)

JAKARTA - Tahun 2024 mendatang, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh di bawah lima persen. Hal ini dikatakan Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri.

Menurut Faisal, ada beberapa faktor yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan tumbuh diatas 5 persen pada 2024.

Salah satunya lantaran mayoritas investor akan wait and see menunggu Pemilihan Umum (Pemilu) yang memang akan dilakukan pada 2024.

"Selalu ada siklus di tahun pemilu pertumbuhan investasi turun, ini sudah terjadi sejak tahun lalu karena investor menunggu pemerintahan yang baru," terangnya.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Oleh sebab itu, dikatakan Faisal, mayoritas investor juga akan menunggu kepastian siapa calon presiden (capres) yang akan terpilih pada 2024.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Sebab, hal itu akan berkaitan dengan kepastian berbagai proyek pemerintah salah satunya seperti pembangunan IKN Nusantara.

"Bagaimana investasi di IKN kalau Anies mau membatalkan? Ya wajar, jadi menurut saya ketinggian kalau (proyeksinya) 5%," imbuhnya.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Sebagai informasi, Pemerintah dan DPR telah sepakat mematok pertumbuhan ekonomi, sesuai asumsi makro APBN 2024, di level 5,2%.

Ada beberapa faktor yang mendukung optimisme ekonomi Indonesia. Di antaranya adalah perkembangan ekonomi global yang membaik

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Faisal Basri Ekonomi Indonesia INDEF