• News

Relawan Ganjar di Bali Anggap Layak Gantikan Jokowi

Ananda Nurrahman | Senin, 09/08/2021 07:02 WIB
Relawan Ganjar di Bali Anggap Layak Gantikan Jokowi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ilustrasi. (foto: JPNN.com)

Jakarta, katakini.com - Mengamati elektabilitas survei, Ganjar Pranowo yang sekarang Gubernur Jawa Tengah dianggap layak menggantikan Joko Widodo menjadi Presiden dengan elektabilitas mencapai 20,5 persen. Ganjar juga disebut punya kemampuan dan kapasitas memimpin Indonesia menjadi lebih baik.

Hal itu dikemukan Relawan Sahabat Ganjar yang mendeklarasikan Sahabat Ganjar Provinsi Bali. "Kami sepakat untuk mendeklarasikan Sahabat Ganjar di Bali karena itu kami mengesahkan relawan sahabat Ganjar di Bali," ujar Ketua Sahabat Ganjar Provinsi  Bali, I Gusti Gede Arya Teja, usai Deklarasi di Jalan Tukad Ho, Banjar Anyar, Kecamatan, Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/8).

Dia menjelaskan, Relawan Sahabat Ganjar sebagai organisasi relawan yang terus mengalami peningkatan dan perkembangan dengan baik.

"Kami perlu melakukan mendeklarasikan dan kedepannya akan melakukan berbagai kegiatan guna mendukung pak Ganjar untuk terus maju di Pilpres 2024 nanti,” ujarnya.

Saat ini, katanya, jumlah relawan Sahabat Ganjar sudah mencapai ribuan, tapi karena mengikuti protokol Kesehatan dan tidak boleh melakukan kerumunan, maka yang hadir hanya perwakilan saja. Hal ini bukan berarti menyurutkan niat dan langkah untuk terus mendukung Ganjar menuju RI 1.

“Masyarakat Bali sangat suka kepemimpinan Pak Ganjar, sederhana dan memiliki jiwa pemimpin yang luar biasa, ditambah lagi hasil nyata sudah terlihat. Di Jawa Tengah beliau begitu dekat dengan rakyat. Tentu menurut kami sangat pas untuk menggantikan Bapak Jokowi,” tegasnya.

Usai deklarasi, katanya, Sahabat Ganjar Provinsi Bali akan menyusun berbagai kegiatan untuk mendukung kegiatan Gubernur Jawa Tengah ini agar Namanya semakin menggema an dicintai rakyat Indonesia.

“Kegiatan kami ke depan tentu tidak melanggar prokes dan PPKM. Kami tetap taat pada peraturan pemerintah,” ujarnya.