• Info DPR

Legislator Desak Penyerangan Tim EPA Persib Bandung Diusut Tuntas

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 13/10/2026 16:34 WIB

Legislator Desak Penyerangan Tim EPA Persib Bandung Diusut Tuntas Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ledia Hanifa (Foto: dpr)

JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ledia Hanifa, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung.

Ia menilai, penanganan kasus ini penting untuk memastikan kepastian hukum sekaligus menjamin keamanan pemain muda yang tengah menjalani pembinaan sepak bola.

Ledia menegaskan, insiden kekerasan tersebut tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Pihak-pihak yang terlibat harus diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kasus ini harus ditindaklanjuti secara serius. Kita perlu memastikan peristiwa tersebut diusut tuntas dan para pemain mendapatkan perlindungan yang diperlukan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan mengganggu proses pembinaan atlet muda,” ujar Ledia dalam keterangan resminya, Selasa (13/10).

Politikus PKS itu menilai, pembinaan olahraga tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian prestasi. Aspek keamanan dan keselamatan pemain juga harus menjadi perhatian utama, baik saat menjalani latihan maupun bertanding dalam kompetisi.

Karena itu, Ledia meminta klub sepak bola, penyelenggara kompetisi, dan pihak terkait mengevaluasi sistem pengamanan serta prosedur penanganan insiden yang melibatkan pemain dan ofisial tim.

Ia menilai, upaya pencegahan harus diperkuat agar lingkungan sepak bola tetap kondusif bagi perkembangan atlet, khususnya mereka yang masih berusia muda.

Ledia juga mengingatkan bahwa persaingan antarklub seharusnya berlangsung dalam koridor sportivitas. Tindakan kekerasan tidak boleh mendapat tempat dalam sepak bola karena bertentangan dengan nilai persaudaraan dan pendidikan karakter yang menjadi bagian dari pembinaan olahraga.

“Sepak bola harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak muda untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi. Kita ingin mereka fokus mengembangkan bakatnya, bukan justru menghadapi ancaman kekerasan,” tegasnya.

Ia berharap pengusutan kasus tersebut dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem perlindungan atlet muda.

Dengan demikian, kompetisi sepak bola tidak hanya melahirkan pemain berprestasi, tetapi juga menyediakan lingkungan yang aman bagi seluruh pihak yang terlibat.