• Gaya Hidup

Hari Penghapusan Senjata Nuklir 26 September, Ini Sejarah dan Maknanya

Vaza Diva | Sabtu, 26/09/2026 05:05 WIB

Hari Penghapusan Senjata Nuklir 26 September, Ini Sejarah dan Maknanya Ilustrasi - Masyarakat internasional memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir setiap 26 September (Foto: Via Live Science)

JAKARTA - Masyarakat internasional memperingati Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir (International Day for the Total Elimination of Nuclear Weapons) pada 26 September.

Peringatan tahunan yang diusung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini menjadi momentum global untuk memperkuat seruan pelucutan senjata pemusnah massal dan mencegah potensi bencana kemanusiaan akibat perang nuklir.

Sejarah peringatan ini bermula dari Sidang Majelis Umum PBB pada Desember 2013 melalui Resolusi 68/32.

Penetapan tanggal 26 September secara khusus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran publik dunia mengenai ancaman nyata senjata nuklir terhadap keberlangsungan hidup manusia, sekaligus mendesak negara-negara pemilik kekuatan nuklir untuk segera memusnahkan persenjataan mereka secara total, transparan, dan tidak dapat dipulihkan.

Merangkum laporan dari berbagai sumber, seruan pelucutan senjata ini dinilai kian mendesak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

PBB mencatat masih ada belasan ribu hulu ledak nuklir yang tersimpan dalam persenjataan dunia. Keberadaan persenjataan tersebut membawa risiko konstan atas penggunaan yang disengaja, salah perhitungan, maupun kecelakaan berkat peningkatan modernisasi militer.

Indonesia sendiri secara konsisten menyuarakan komitmen aktif dalam upaya pelucutan senjata global.

Melalui Kementerian Luar Negeri, Indonesia terus mendorong ratifikasi Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir (Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons atau TPNW) dan menyerukan pentingnya kawasan bebas senjata nuklir, khususnya di Asia Tenggara melalui Traktat Bangkok.

Peringatan 26 September menegaskan kembali pesan kunci PBB bahwa satu-satunya jaminan mutlak untuk mencegah penggunaan senjata nuklir adalah dengan menghapusnya secara total dari muka bumi.

Dunia yang bebas dari ancaman nuklir dianggap sebagai syarat utama dalam menciptakan perdamaian, keamanan, dan stabilitas global yang berkelanjutan.