Ilustrasi sakit perut akibat asam lambung (FOTO: SHUTTERSTOCK)
JAKARTA - Serangan asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dapat terjadi secara tiba-tiba dan sering kali menimbulkan rasa ketidaknyamanan yang luar biasa bagi penderitanya.
Kondisi ini terjadi ketika cincin otot kerongkongan bawah (sfingter) melemah, sehingga cairan asam lambung naik kembali menuju saluran kerongkongan.
Mengenali gejala awal serta memahami langkah pertolongan pertama yang tepat di rumah sangat penting untuk mencegah rasa sakit yang kian parah.
Gejala Utama Asam Lambung Naik
1. Sensasi Terbakar di Dada (Heartburn)
Rasa panas atau terbakar yang menjalar dari ulu hati hingga ke area dada dan tenggorokan, kerap memburuk setelah makan atau saat berbaring.
2. Rasa Pahit atau Asam di Mulut
Replikasi cairan asam yang naik hingga ke pangkal tenggorokan meninggalkan sensasi asam dan pahit di lidah.
3. Kesulitan Menelan dan Tenggorokan Mengganjal
Pembengkakan ringan akibat iritasi asam memicu rasa seperti ada ganjalan di tenggorokan (globus sensation).
4. Mual, Kembung, dan Sering Bersendawa
Perut terasa penuh, kembung, dan disertai dorongan untuk muntah secara berkala.
Adapun pangkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan jika asam lambung kambuh ialah sebagai berikut. Pertama, segera lepas atau longgarkan celana, ikat pinggang, atau pakaian ketat yang menekan area perut untuk mengurangi tekanan intra-abdomen.
Kemudian, duduk tegak atau berdiri perlahan. Hindari langsung berbaring atau membungkuk minimal 2 hingga 3 jam pasca-gejala muncul agar gravitasi mencegah asam naik kembali.
Selain itu meneguk air hangat secara perlahan dapat membantu membasuh kembali asam lambung yang menempel di dinding kerongkongan.