• Gaya Hidup

Penjelasan Sains Indonesia Sangat Rawan Bencana Tektonik

M.Habib Saifullah | Senin, 07/09/2026 02:05 WIB
Penjelasan Sains Indonesia Sangat Rawan Bencana Tektonik Ilustrasi Erupsi Gunung Api (Foto: PVMBG)

JAKARTA - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat aktivitas seismik dan vulkanik tertinggi di dunia.

Guncangan gempa bumi, baik berkekuatan kecil hingga guncangan besar yang berpotensi memicu tsunami, sudah menjadi bagian dari fenomena alam yang rutin melanda berbagai wilayah Nusantara.

Secara geologis, tingginya intensitas gempa bumi di tanah air berkaitan erat dengan posisi geografis Indonesia yang membentang tepat di sepanjang sabuk tektonik aktif dunia yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire).

Dikutip dari berbagai sumber, Cincin Api Pasifik merupakan jalur cekungan Samudra Pasifik sepanjang 40.000 kilometer yang berbentuk menyerupai tapal kuda.

Kawasan ini merupakan rumah bagi lebih dari 75 persen gunung api aktif dan dorman di planet bumi, sekaligus menjadi episentrum dari sekitar 90 persen kejadian gempa bumi secara global.

Fenomena ini terjadi akibat pergerakan dinamis lempeng-lempeng tektonik utama bumi yang saling bertabrakan, bergeser, dan menyusup satu sama lain di zona subduksi.

Wilayah kepulauan Indonesia berdiri tepat di atas titik pertemuan tiga lempeng tektonik besar dunia, yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik, serta ditambah pergerakan Lempeng Filipina di bagian utara.

Lempeng Indo-Australia terus bergerak secara konstan ke arah utara dan menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Sementara itu, Lempeng Pasifik bergerak secara horizontal ke arah barat.

Pergerakan berkesinambungan ini menumpuk tekanan energi yang sangat besar pada zona-zona batuan di bawah permukaan bumi.

Ketika batuan di zona patahan atau batas lempeng tersebut sudah tidak sanggup menahan akumulasi tekanan berlebih, energi tersebut akan pecah dan terlepas secara mendadak.

Pelepasan energi inilah yang kemudian merambat ke segala arah dalam bentuk gelombang seismik dan dirasakan sebagai getaran gempa bumi di permukaan tanah.

Selain gempa tektonik akibat gesekan lempeng, tingginya populasi gunung api aktif di sepanjang jalur subduksi ini juga memicu terjadinya gempa vulkanik saat magma bertekanan tinggi bergerak naik menuju kawah.