Ilustrasi posisi rumah
Katakini.com - Di tengah masyarakat, kepercayaan mengenai posisi rumah yang membawa hoki atau sial masih kerap menjadi perbincangan.
Mulai dari posisi rumah tusuk sate hingga menghadap arah tertentu sering dianggap menentukan nasib penghuninya.
Dalam perspektif ajaran Islam, meyakini suatu benda atau posisi rumah memiliki kekuatan mendatangkan kesialan adalah kekeliruan.
Kepercayaan mengaitkan nasib buruk dengan tanda-tanda alam atau benda tertentu dikenal dalam Islam dengan istilah thiyarah.
Islam mengajarkan bahwa segala bentuk keberuntungan dan musibah sepenuhnya berada di bawah kehendak Allah SWT semata.
Allah SWT menegaskan prinsip ketauhidan ini secara jelas dalam Al-Qur`an Surah At-Taubah ayat 51.
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa tidak ada musibah yang menimpa manusia melainkan apa yang telah ditetapkan Allah SWT.
Rasulullah SAW juga secara tegas melarang umatnya mempercayai mitos-mitos yang dapat merusak akidah tersebut.
Dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda bahwa tidak ada penyakit menular sendiri dan tidak ada mitos kesialan (thiyarah).
Meyakini posisi rumah dapat mengatur rezeki atau bencana berpotensi mengikis kemurnian tauhid seorang Muslim.
Rumah yang membawa keberkahan sejatinya bukan dilihat dari arah angin, melainkan dari aktivitas ibadah di dalamnya.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadits riwayat Muslim agar kita menerangi rumah dengan shalat dan bacaan Al-Qur`an.
Sebuah rumah akan terasa nyaman dan penuh ketenangan apabila selalu dihiasi dengan dzikir serta rasa syukur.
Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya bersandar penuh kepada takdir Allah SWT tanpa terpengaruh oleh mitos.
Dengan memperkuat tauhid, kita akan terbebas dari rasa cemas tak berdasar serta meraih kedamaian hidup sejati.