• Oase

Menjaga Kemurnian Tauhid dari Bahaya Pengultusan Kuburan

Anggoro Aristo Priambodo | Minggu, 06/09/2026 21:02 WIB
Menjaga Kemurnian Tauhid dari Bahaya Pengultusan Kuburan Ilustrasi menyembah kuburan

Katakini.com - Namun, dalam praktiknya, terdapat sebagian kalangan yang terjerumus ke dalam tindakan berlebihan terhadap makam atau kuburan.

Mencintai para wali dan orang saleh adalah hal terpuji, tetapi mengultuskan kuburan mereka dapat merusak akidah.

Islam mengajarkan bahwa ziarah kubur bertujuan untuk mengingatkan manusia akan kematian serta kehidupan akhirat.

Rasulullah SAW mengingatkan bahaya menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah atau objek memohon pertolongan.

Dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda melarang keras tindakan menjadikan kuburan para nabi sebagai tempat ibadah.

Larangan ini ditegaskan agar umat Islam tidak terjebak dalam perbuatan syirik yang membinasakan pahala amalan.

Segala bentuk doa, pengharapan, dan permohonan hajat wajib ditujukan secara langsung hanya kepada Sang Pencipta.

Allah SWT secara tegas memperingatkan prinsip murni ini dalam Al-Qur`an Surah Al-Jin ayat 18.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman bahwa masjid-masjid adalah milik-Nya, maka janganlah menyembah apa pun di samping-Nya.

Perbuatan mengagungkan kuburan hingga meminta rezeki atau jodoh kepada ahli kubur merupakan pelanggaran tauhid yang serius.

Ziarah kubur hendaknya dilakukan sesuai petunjuk syariat dengan mendoakan ampunan bagi mereka yang telah wafat.

Dengan memahami batasan syariat, seorang Muslim dapat menghormati pendahulu tanpa mengorbankan kemurnian imannya.

Mari kita senantiasa memelihara ketauhidan agar terhindar dari segala bentuk penyimpangan yang dimurkai Allah SWT.