• Oase

Hak Suami Besar, Tanggung Jawabnya Jauh Lebih Besar

Anggoro Aristo Priambodo | Minggu, 06/09/2026 14:07 WIB
Hak Suami Besar, Tanggung Jawabnya Jauh Lebih Besar Ilustrasi obrolan suami istri

Katakini.com - Kedudukan seorang suami sebagai pemimpin rumah tangga merupakan posisi yang sangat terhormat dalam syariat Islam.

Islam memberikan hak-hak yang besar kepada suami untuk dihormati, ditaati, dan dijaga martabatnya oleh sang istri.

Namun, di balik hak-hak istimewa tersebut, melekat tanggung jawab yang sangat berat di hadapan Allah SWT.

Hak kepemimpinan yang dimiliki suami bukanlah tiket untuk berbuat sewenang-wenang atau berlaku zalim kepada keluarga.

Allah SWT secara tegas menjelaskan landasan kepemimpinan pria dalam Al-Qur`an Surah An-Nisa ayat 34.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT berfirman bahwa laki-laki adalah pelindung dan pemimpin bagi kaum wanita karena kelebihan yang diberikan-Nya.

Konsekuensi dari kepemimpinan tersebut membebankan kewajiban memberi nafkah lahir dan batin secara mutlak kepada suami.

Seorang suami wajib memberikan perlindungan fisik, kecukupan materi, hingga bimbingan agama bagi anak dan istrinya.

Rasulullah SAW mengingatkan besarnya beban pertanggungjawaban ini dalam sebuah hadits yang sangat mendasar.

Dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya.

Suami yang melalaikan kewajiban memberi nafkah dan bimbingan agama dianggap telah melakukan dosa yang sangat besar.

Peran penting ini menuntut seorang suami untuk terus membekali diri dengan ilmu agama dan akhlak yang mulia.

Keseimbangan antara menuntut hak dan menunaikan kewajiban menjadi kunci utama terciptanya keluarga yang sakinah.

Sikap penuh kasih sayang dan kelembutan seorang suami adalah cerminan dari kesempurnaan iman yang sebenarnya.

Dengan memahami beratnya amanah ini, setiap suami diharapkan senantiasa memohon petunjuk agar mampu memimpin keluarganya menuju surga.