Antrean truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: asdp/katakini
BANYUWANGI – Pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, masih terjadi kepadatan hingga Sabtu (5/9/2026).
Untuk mempercepat penanganan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan kapal sebanyak 23 armada dengan pola layanan hingga 8 trip.
“Kapal-kapal tersebut dioperasikan melalui dua fasilitas dermaga, dengan 12 kapal melayani Dermaga MB dan 9 kapal melalui Dermaga LCM, sehingga kapasitas layanan dapat dioptimalkan sesuai dinamika arus kendaraan di lapangan,” kata Direktur Utama ASDP Heru Widodo melalui keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Heru mengatakan, ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa menjadi perhatian serius.
“Kami memahami bahwa waktu perjalanan masyarakat dan kelancaran distribusi logistik turut terdampak oleh kondisi ini. Untuk itu, seluruh jajaran kami arahkan untuk bergerak cepat, mengoptimalkan kapasitas yang tersedia, dan mengambil langkah tambahan yang diperlukan agar antrean dapat segera terurai, tentunya dengan tetap mengedepankan keselamatan,” ujar Heru.
Penguatan operasional juga dilakukan melalui perbantuan skema TBB untuk menambah kapasitas layanan. Dalam skema tersebut, ASDP mengoperasikan KMP Karya Maritim II melalui MB IV dan KMP Trisakti Elfina melalui LCM.
Saat ini, ASDP juga tengah melakukan koordinasi dan persiapan untuk mengerahkan dua kapal perbantuan tambahan dari luar lintasan sebagai bagian dari langkah percepatan penanganan kepadatan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menyampaikan bahwa upaya penanganan juga diperkuat melalui koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan terkait.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mengatur pergerakan arus kendaraan, mengoptimalkan kapasitas layanan, serta memastikan proses embarkasi dan debarkasi berjalan secara efektif. Pola operasional akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.