• Oase

Bergantung Kepada Manusia Melebihi Kepada Allah

Anggoro Aristo Priambodo | Kamis, 02/07/2026 03:03 WIB
Bergantung Kepada Manusia Melebihi Kepada Allah Ilustrasi foto pertolongan manusia

Katakini.com - Sering kali kita tanpa sadar menaruh harapan terlalu besar kepada sesama manusia untuk menyelesaikan masalah hidup kita.

Kita kerap mengira bahwa koneksi, jabatan, atau janji manis dari seseorang adalah kunci utama menuju kesuksesan.

Padahal, menyandarkan hati dan urusan kepada selain Sang Pencipta adalah awal dari runtuhnya ketenangan jiwa.

Manusia adalah makhluk yang lemah, penuh keterbatasan, dan tempatnya berubah-ubah pikiran serta perasaan.

Ketika harapan yang kita gantungkan tinggi-tinggi kepada manusia itu patah, yang tersisa hanyalah rasa kecewa yang mendalam.

Islam mengajarkan umatnya untuk menempatkan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bersandar yang paling aman dan kokoh.

Dalam sebuah pesan mendalam, Rasulullah SAW pernah memberikan nasihat emas ini kepada sahabat Ibnu Abbas RA saat beliau masih muda.

"Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah." (HR. Tirmidzi).

Hadist tersebut mengedukasi kita agar memotong segala ketergantungan makhluk dan langsung mengetuk pintu Sang Khalik.

Bukan berarti kita tidak boleh bekerja sama atau meminta bantuan, melainkan hati kita yang tidak boleh mempertuhankan sebab tersebut.

Hanya Allah-lah zat yang tidak pernah mengecewakan hamba-Nya dan selalu menepati setiap janji yang telah digariskan.

Ketegasan mengenai Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung bahkan telah kita ikrarkan dalam surah pendek yang paling sering dibaca.

"Allah tempat meminta segala sesuatu." (QS. Al-Ikhlas: 2).

Ayat yang agung ini menegaskan bahwa segala urusan di alam semesta ini bermuara dan selesai hanya di tangan-Nya.

Oleh karena itu, mari kita tata kembali kiblat harapan di dalam hati agar tidak mudah goyah oleh keadaan duniawi.

Kurangi berharap pada apresiasi dan pertolongan manusia, lalu perbesar keyakinan pada kemahakuasaan Allah SWT.

Saat kita berhasil menjadikan Allah sebagai satu-satunya sandaran, maka tidak akan ada lagi ruang untuk rasa kecewa di dunia ini.