• Oase

Bedakan Tawakal Atau Pasrah di Kehidupan Modern

Anggoro Aristo Priambodo | Rabu, 01/07/2026 23:03 WIB
Bedakan Tawakal Atau Pasrah di Kehidupan Modern Ilustrasi tawakal kepada Allah

Katakini.com - Kehidupan modern yang serba cepat sering kali menghadapkan kita pada tekanan target dan ketidakpastian masa depan.

Dalam menghadapi dinamika tersebut, banyak muslim yang keliru mencampuradukkan antara konsep tawakal yang aktif dan sikap pasrah yang pasif.

Sebagian orang memilih berhenti berjuang lebih awal lalu melabeli kemalasan mereka sebagai bentuk kepasrahan kepada takdir Tuhan.

Padahal, esensi sejati dari tawakal bukanlah diam berpangku tangan melainkan melakukan ikhtiar atau usaha yang maksimal terlebih dahulu.

Tawakal adalah menyatukan kerja keras fisik di dunia nyata dengan penyerahan hasil sepenuhnya ke dalam genggaman Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah memberikan analogi yang sangat tegas dan logis mengenai penerapan konsep ini kepada seorang sahabat.

"Ikatlah untamu terlebih dahulu, kemudian barulah kamu bertawakal kepada Allah." (HR. Tirmidzi).

Hadist tersebut menjadi bukti otentik bahwa Islam melarang keras umatnya bersikap masa bodoh tanpa adanya tindakan nyata.

Sebaliknya, orang yang hanya pasrah biasanya menyerah sebelum bertanding, sedangkan orang yang bertawakal baru berserah setelah peluh menetes.

Ketika ikhtiar maksimal telah ditunaikan, barulah ketenangan jiwa akan hadir karena kita percaya pada keadilan rencana-Nya.

Allah SWT pun memberikan jaminan luar biasa bagi setiap hamba yang menempatkan rasa percaya tertinggi hanya kepada-Nya.

"...Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya." (QS. At-Talaq: 3).

Ayat ini sekaligus menjadi obat penawar bagi kesehatan mental masyarakat modern yang rentan diserang kecemasan berlebih.

Dengan memahami perbedaan ini, kita tidak akan lagi terjebak dalam lubang keputusasaan saat menghadapi ujian hidup yang berat.

Mari kita rekonstruksi kembali pola pikir kita agar menjadi pribadi yang tangguh secara lahiriah dan berserah secara batiniah.