Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani (Foto: dpr)
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman keras atas terungkapnya kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, yang diduga menimpa sedikitnya 53 anak.
Menurutnya, peristiwa ini adalah tragedi kemanusiaan. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan, kasih sayang, dan pengasuhan yang layak justru mengalami perlakuan yang tidak manusiawi.
“Ini tidak dapat ditoleransi,” kata Netty, di Jakarta, Senin (27/04/2026).
Menurut Netty, kasus ini harus menjadi alarm nasional bahwa sistem pengasuhan anak di Indonesia masih menghadapi persoalan serius, baik dari sisi regulasi, pengawasan, maupun ketersediaan layanan pengasuhan yang aman dan terjangkau.
“Daycare seharusnya menjadi ruang aman bagi anak ketika orang tua bekerja. Ketika tempat penitipan justru menjadi lokasi kekerasan, maka yang runtuh bukan hanya rasa aman anak, tetapi juga kepercayaan masyarakat," ujar Politisi Fraksi PKS ini.
Ia menilai, kasus ini juga memperlihatkan adanya persoalan struktural yang lebih luas. Banyak keluarga, khususnya dari kelompok berpenghasilan rendah, terpaksa menitipkan anak karena tuntutan ekonomi, sementara akses terhadap layanan pengasuhan yang berkualitas, aman, dan terjangkau masih sangat terbatas.
"Persoalan pengasuhan anak tidak boleh lagi dipandang sebagai urusan domestik semata. Ini adalah isu pembangunan manusia dan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan negara,” kata Netty.
Netty menekankan pentingnya penguatan standar layanan daycare, termasuk perizinan, sertifikasi tenaga pengasuh, rasio pengasuh terhadap anak, serta mekanisme pengawasan berkala.
“Kita membutuhkan sistem yang menjamin setiap lembaga penitipan anak memenuhi standar keselamatan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak. Jangan sampai ada daycare yang beroperasi tanpa pengawasan yang memadai,” ujarnya.
Netty juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperluas akses layanan daycare yang berkualitas dan terjangkau, khususnya bagi keluarga pekerja.
"Negara harus hadir menyediakan ekosistem pengasuhan yang ramah keluarga. Ketersediaan daycare yang aman dan terjangkau adalah bagian dari investasi untuk masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.