Presiden Donald Trump berbicara saat upacara penyambutan kunjungan kenegaraan Raja Charles III dan Ratu Camilla dari Inggris di halaman selatan Gedung Putih, Selasa, 28 April 2026, di Washington. (Foto: AP)
TEHERAN – Pemerintah Iran membantah klaim sepihak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyebut bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah akan segera ditandatangani dalam hitungan hari.
Pernyataan Trump tersebut memicu reli pasar saham dan merosotnya harga minyak, yang kembali menumbuhkan harapan bahwa penyelesaian perang yang dipicu oleh serangan AS-Israel pada Februari lalu kian mendekat.
Mengklaim bahwa pembicaraan dengan Iran telah "dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui," Trump mengatakan dia telah "membatalkan jadwal serangan dan pemboman terhadap Iran malam ini."
"Waktu dan tempat penandatanganan akan segera diumumkan," tambahnya.
Trump mengatakan poin-poin penting dari kesepakatan tersebut telah disetujui oleh Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan, termasuk Israel, yang bersama Washington meluncurkan perang tersebut secara bersama-sama pada bulan Februari.
Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Teheran "belum mencapai kesimpulan akhir mengenai perjanjian tersebut."
Ia menambahkan bahwa "sebagian besar teks perjanjian telah difinalisasi, tetapi masalah dimulai ketika pihak AS mengajukan tuntutan baru dan mengubah posisinya."
Kantor berita Tasnim mencatat bahwa Trump telah mengumumkan kesepakatan akan segera terjadi sebanyak 38 kali dalam dua bulan terakhir.
"Sampai Iran mengumumkan masalah potensi kesepahaman ini, berita apa pun dari Trump mengenai subjek ini harus dianggap sama dengan pesan-pesan sebelumnya," catat kantor berita tersebut.
Belakangan, Trump mempertegas pernyataannya dengan memberi tahu para wartawan, "Saya paham jawabannya adalah ya," ketika ditanya apakah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah menyetujui kesepakatan tersebut.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pemimpin Israel itu telah berbicara dengan Trump, yang berjanji bahwa setiap nota kesepahaman (MoU) akan mencakup pemindahan material nuklir Iran yang diperkaya serta pembongkaran infrastruktur rudal.